Pertanyaan ini sempat ramai di masa pandemi dan sampai sekarang masih sering ditanyakan di klinik: “kalau saya vaksin flu, apakah saya jadi terlindungi dari COVID-19?”
Pertanyaan ini sempat ramai di masa pandemi dan sampai sekarang masih sering ditanyakan di klinik: “kalau saya vaksin flu, apakah saya jadi terlindungi dari COVID-19?”
Jawaban singkatnya: tidak. Vaksin influenza tidak melindungi Anda dari COVID-19. Keduanya disebabkan oleh virus yang sama sekali berbeda, dan masing-masing punya vaksinnya sendiri.
Tetapi bukan berarti vaksin influenza jadi tidak penting. Alasannya justru lebih sederhana daripada yang sering beredar — dan artikel ini membahasnya berdasarkan data yang bisa Anda periksa sendiri.
BOOKING DAN PENDAFTARAN VAKSIN INFLUENZA ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT WHATSAPP CALL CENTER NK HEALTH
Kenapa Vaksin Influenza Tidak Bisa Mencegah COVID-19?
Vaksin bekerja dengan mengenalkan tubuh pada bagian tertentu dari satu virus, supaya sistem kekebalan mengenali dan siap melawannya. Pengenalan itu bersifat spesifik.
Vaksin influenza melatih tubuh mengenali virus influenza. COVID-19 disebabkan virus yang berbeda, yaitu SARS-CoV-2. Karena struktur keduanya berbeda, kekebalan yang terbentuk dari vaksin influenza tidak dikenali tubuh sebagai perlindungan terhadap SARS-CoV-2.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperlakukan keduanya sebagai dua hal terpisah. Dalam panduan musim influenza 2025, WHO menganjurkan vaksinasi influenza tahunan dan, bagi yang memenuhi syarat, menjaga vaksinasi COVID-19 tetap mutakhir — dua vaksin, bukan satu menggantikan yang lain.
Baca juga: Kapan Vaksin Influenza Diberikan? Ini Jadwal & Rekomendasinya
Bagaimana dengan Klaim “Vaksin Flu Mengurangi Keparahan COVID-19”?
Klaim ini beredar luas sejak 2020. Perlu diluruskan: klaim tersebut berasal dari penelitian pengamatan, dan hasilnya tidak konsisten.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan di Scientific Reports (Nature, 2022) menggabungkan hasil beberapa studi untuk melihat kaitan riwayat vaksinasi influenza dengan hasil klinis pasien COVID-19:
| Hasil klinis yang dinilai | Jumlah studi | Jumlah pasien | Temuan |
| Kematian | 7 | 125.658 | Tidak bermakna secara statistik |
| Rawat inap | 8 | 132.460 | Tidak bermakna secara statistik |
| Masuk ICU | 6 | 116.399 | Tidak bermakna secara statistik |
| Penggunaan ventilator | 4 | 1.716 | Risiko lebih rendah, bermakna |
Artinya, dari empat hasil klinis yang dinilai, hanya satu yang menunjukkan perbedaan bermakna. Tiga sisanya — termasuk kematian dan rawat inap — tidak menunjukkan perbedaan.
Ada satu keterbatasan penting yang perlu Anda ketahui saat membaca studi semacam ini: orang yang rutin vaksin flu cenderung juga lebih rutin memeriksakan diri dan lebih sadar kesehatan. Jadi ketika kelompok ini terlihat lebih sehat, belum tentu vaksinnya yang menyebabkan — bisa jadi kebiasaan sehatnya. Penelitian pengamatan tidak dapat memisahkan keduanya.
Kesimpulan yang jujur: belum ada bukti kuat bahwa vaksin influenza melindungi Anda dari COVID-19 maupun membuat COVID-19 menjadi lebih ringan.
Bagaimana Kalau Terkena Flu dan COVID-19 Bersamaan?
Pertanyaan wajar berikutnya. Terinfeksi dua virus sekaligus memang mungkin terjadi.
Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan di Frontiers in Public Health (2021) menggabungkan 12 studi dengan total 9.498 pasien. Hasilnya: infeksi bersamaan influenza dan SARS-CoV-2 tidak menunjukkan pengaruh pada angka kematian keseluruhan, dan risiko kondisi kritis justru tercatat lebih rendah pada kelompok infeksi ganda.
Temuan ini perlu dibaca hati-hati karena jumlah studinya masih terbatas dan hasil antarnegara berbeda-beda. Yang jelas, data yang ada saat ini tidak mendukung anggapan bahwa flu membuat COVID-19 otomatis menjadi jauh lebih berat.
Baca juga: Vaksin Influenza Dewasa
Kalau Begitu, Kenapa Vaksin Influenza Tetap Penting?

Inilah alasan sebenarnya, dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan COVID-19.
Influenza sendiri bukan penyakit ringan. Banyak orang menyamakan flu dengan pilek biasa. Keduanya berbeda. Influenza dapat menimbulkan demam tinggi, nyeri seluruh badan, dan pada sebagian orang berkembang menjadi komplikasi yang memerlukan perawatan rumah sakit.
WHO menyatakan vaksinasi adalah cara terbaik melindungi diri dari penyakit berat dan komplikasinya — dalam konteks influenza itu sendiri.
Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun. Virus influenza berubah cepat, sehingga komposisi vaksin disesuaikan tiap musim. Perlindungan dari vaksin juga menurun bertahap seiring waktu.
Gejalanya mirip. Flu, COVID-19, dan infeksi saluran napas lain memberi gejala yang berdekatan. Mengurangi kemungkinan terkena flu berarti mengurangi kebingungan saat Anda atau keluarga jatuh sakit.
Siapa yang Paling Dianjurkan Mendapat Vaksin Influenza?
Mengacu pada anjuran WHO, kelompok yang paling dianjurkan adalah:
- Lansia
- Ibu hamil
- Orang dengan kondisi kronis
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah
Di luar kelompok tersebut, vaksin influenza tetap dapat diberikan pada orang dewasa dan anak yang sehat. Untuk jemaah umroh dan haji, vaksin influenza umumnya dianjurkan bersama vaksin lain yang menjadi syarat perjalanan.
Baca juga: Jenis Vaksin Influenza Dewasa Terbaik untuk Anda
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila Anda atau anggota keluarga mengalami:
- Sesak napas atau napas terasa berat
- Demam tinggi yang tidak turun lebih dari tiga hari
- Nyeri dada
- Kebingungan, sangat lemas, atau sulit dibangunkan
- Gejala membaik lalu tiba-tiba memburuk kembali
- Bayi, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit kronis yang mengalami gejala flu berat
Jangan menunda pada kelompok berisiko tinggi. Penanganan yang lebih awal umumnya membuat perjalanan penyakit lebih singkat.
Respons setiap orang terhadap vaksin dapat berbeda, dan tidak ada vaksin yang dapat menjamin Anda tidak akan terkena influenza sama sekali. Namun vaksinasi tahunan berpotensi menurunkan risiko sakit berat dan komplikasinya.
Layanan Vaksinasi Influenza di Klinik NK Health
Yang Anda dapatkan saat datang untuk vaksinasi influenza di NK Health:
- Konsultasi sebelum vaksin bersama dokter, untuk memastikan kondisi Anda sesuai dan menanyakan riwayat alergi serta obat yang sedang diminum.
- Pemeriksaan kondisi dasar sebelum penyuntikan, termasuk memastikan Anda tidak sedang demam.
- Pemberian vaksin influenza oleh dokter atau perawat.
- Penjelasan efek samping yang wajar dan apa yang perlu dilakukan bila muncul keluhan setelah penyuntikan.
- Vaksinasi untuk kebutuhan umroh dan haji, dapat digabung dengan vaksin lain yang menjadi syarat perjalanan.
Dokter penanggung jawab layanan vaksinasi di NK Health adalah dr. Fahlia Ayu.
- Ditangani oleh dokter dan tenaga medis berpengalaman — NK Health memberikan layanan vaksinasi dengan dukungan dokter dan tenaga medis profesional yang berpengalaman, sehingga proses vaksinasi dilakukan dengan aman, tepat, dan sesuai standar pelayanan kesehatan.
- Tidak perlu antre lama — Nikmati kemudahan layanan vaksinasi dengan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui admin NK Health. Dengan sistem booking, waktu kunjungan Anda menjadi lebih efektif dan nyaman tanpa perlu menghabiskan waktu untuk antre.
- Klinik nyaman, aman, dan steril — NK Health menyediakan fasilitas klinik yang nyaman dengan lingkungan yang bersih dan terjaga sterilitasnya untuk mendukung keamanan serta kenyamanan pasien selama proses vaksinasi.
Baca juga: Klinik Vaksin NK Health
BOOKING DAN PENDAFTARAN VAKSIN INFLUENZA ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT WHATSAPP CALL CENTER NK HEALTH
