Vaksin Hepatitis A: Manfaat dan Jadwal Dosis yang Tepat

Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A masih menjadi penyakit yang kerap menimbulkan wabah di Indonesia, terutama di lingkungan dengan sanitasi terbatas. Vaksin hepatitis A merupakan cara pencegahan yang paling efektif diberikan dalam dua dosis dengan jarak beberapa bulan.

Banyak orang mengira vaksinasi ini hanya untuk anak-anak. Padahal orang dewasa yang sering bepergian, bekerja di bidang tertentu, atau tinggal di area berisiko juga termasuk kelompok yang dianjurkan. Artikel ini akan membahas manfaat, jadwal dosis, dan siapa saja yang sebaiknya menerimanya.

BOOKING VAKSIN HEPATITIS ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT

Mengapa Hepatitis A Perlu Dicegah?

Hepatitis A adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Virus ini menular melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi virus.

Berbeda dengan hepatitis B dan hepatitis C yang dapat berkembang menjadi infeksi kronis, hepatitis A umumnya bersifat akut dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena pada sebagian kasus dapat menyebabkan gangguan fungsi hati yang berat hingga memerlukan perawatan medis.

Risiko Penularan Hepatitis A di Indonesia

Kejadian wabah hepatitis A masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tinjauan yang dimuat oleh Alomedika mencatat terdapat 47 insiden wabah hepatitis A di Indonesia selama periode 1998–2018. Kasus tersebut banyak ditemukan di beberapa wilayah, terutama Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Tingginya risiko penularan berkaitan dengan faktor lingkungan, seperti sanitasi yang belum merata dan keterbatasan akses terhadap air bersih. Kondisi ini dapat meningkatkan penyebaran virus, terutama di lingkungan dengan interaksi tinggi dan kepadatan penduduk, seperti sekolah, pesantren, serta asrama.

Karena penularannya mudah terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, upaya pencegahan hepatitis A menjadi langkah penting untuk melindungi individu maupun komunitas.

Manfaat Vaksin Hepatitis A

Ada beberapa manfaat vaksinasi hepatitis A, antara lain:

  1. Mencegah infeksi dengan efektivitas tinggi : Tinjauan yang sama mengutip uji acak terkontrol di Thailand terhadap 33.586 anak berusia 1–16 tahun, yang menunjukkan vaksin hepatitis A inaktif 95% efektif dalam mencegah infeksi virus hepatitis A.
  2. Respons imun terbentuk relatif cepat : Tinjauan tersebut juga mengutip studi yang menemukan 96% serokonversi dalam waktu 15 hari setelah dosis pertama, dan mencapai 100% dalam waktu satu bulan.
  3. Membantu mengendalikan wabah : Karena respons imunnya cepat terbentuk, vaksinasi juga digunakan sebagai salah satu upaya pengendalian saat terjadi kejadian luar biasa.
  4. Melindungi kelompok rentan di sekitar : Anak yang divaksinasi berpotensi mengurangi rantai penularan ke anggota keluarga dewasa.

Baca juga : Gejala Hepatitis B dan Cara Mengobati Hepatitis B

Jadwal dan Dosis Vaksin Hepatitis A

Vaksinasi hepatitis A diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membentuk kekebalan awal, dosis kedua memperkuat dan memperpanjang perlindungannya.

Vaksin Hepatitis A Untuk Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian mulai usia 12 bulan ke atas, dengan dua dosis berjarak 6–18 bulan, sebagaimana dijelaskan dalam tinjauan Alomedika.

Rekomendasi serupa juga disampaikan saat peluncuran jadwal imunisasi IDAI yang diberitakan CNN Indonesia — dua dosis dengan interval 6–18 bulan.

DosisWaktu Pemberian
Dosis 1Mulai usia 12 bulan
Dosis 26–18 bulan setelah dosis pertama

Vaksin Hepatitis A Untuk Dewasa

Orang dewasa yang belum pernah divaksinasi juga menerima dua dosis. Jarak antar dosis mengikuti jenis vaksin yang digunakan, umumnya berkisar 6–18 bulan.

Penentuan jadwal sebaiknya didiskusikan dengan tenaga kesehatan, karena dapat menyesuaikan kebutuhan masing-masing, termasuk bila ada rencana perjalanan.

Vaksin Kombinasi Hepatitis A dan B

Menurut CDC, terdapat dua jenis vaksin hepatitis A: antigen tunggal yang melindungi dari hepatitis A saja, dan kombinasi yang melindungi dari hepatitis A sekaligus hepatitis B.

CDC mencatat bahwa vaksin kombinasi hanya dapat diberikan pada usia 18 tahun ke atas. Jadwalnya juga berbeda, menurut panduan imunisasi dewasa CDC, vaksin kombinasi HepA-HepB diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0, 1, dan 6.

Tersedia pula jadwal dipercepat untuk kebutuhan tertentu seperti perjalanan mendesak, yang penerapannya ditentukan oleh tenaga kesehatan. Untuk memahami perbedaan kedua jenis hepatitis ini, Anda dapat membaca artikel perbedaan hepatitis A dan B.

Bagaimana Jika Dosis Kedua Terlambat?

Ini pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya cukup melegakan. CDC menyatakan bahwa apabila dosis pertama sudah diberikan lebih dari 6 bulan yang lalu, dosis kedua sebaiknya segera diberikan dan tidak perlu mengulang dosis pertama dari awal.

Siapa yang Paling Dianjurkan Menerima Vaksin Hepatitis A?

Vaksinasi hepatitis A umumnya dianjurkan bagi:

  • Anak mulai usia 12 bulan, sesuai rekomendasi IDAI
  • Orang yang tinggal di area dengan sanitasi terbatas atau akses air bersih yang kurang memadai
  • Penghuni lingkungan padat, asrama, pesantren, pondokan
  • Pelancong ke daerah endemis, vaksinasi sebaiknya dilakukan jauh sebelum keberangkatan
  • Pekerja di bidang pengolahan makanan
  • Tenaga kesehatan
  • Penyandang penyakit hati kronis
  • Individu dengan gangguan sistem kekebalan (perlu evaluasi khusus)

Bagi yang sedang mempersiapkan perjalanan ibadah, informasi vaksinasi lainnya dapat dibaca pada halaman vaksin untuk umroh dan haji.

Berapa Lama Perlindungannya Bertahan?

CDC menyebutkan bahwa kedua jenis vaksin hepatitis A aman dan sangat efektif, termasuk bagi orang dengan sistem kekebalan yang terganggu. Menyelesaikan seri vaksinasi secara lengkap memberikan perlindungan jangka panjang.

Penelitian mengenai durasi perlindungan masih terus berkembang. Yang dapat dipastikan dari panduan yang ada: menyelesaikan dua dosis merupakan kunci untuk memperoleh perlindungan yang tahan lama, bukan berhenti di dosis pertama.

Saat ini tidak ada rekomendasi booster rutin bagi mereka yang telah menyelesaikan seri lengkap.

Efek Samping dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebagian besar reaksi setelah vaksinasi bersifat ringan dan sementara:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan
  • Demam ringan
  • Lemas atau sakit kepala
  • Berkurangnya nafsu makan (terutama pada anak)

CDC mencatat bahwa seperti obat lainnya, terdapat kemungkinan kecil munculnya reaksi serius setelah vaksinasi. Karena itu penerima vaksin umumnya diminta menunggu beberapa waktu di fasilitas kesehatan setelah penyuntikan.

Perlu Konsultasi Terlebih Dahulu Jika

  • Pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin ini sebelumnya
  • Memiliki alergi berat terhadap komponen vaksin
  • Sedang mengalami demam atau sakit sedang hingga berat — umumnya vaksinasi ditunda
  • Memiliki gangguan sistem kekebalan atau sedang menjalani terapi tertentu
  • Sedang hamil atau menyusui

Layanan Vaksin Hepatitis di NK Health

Ingin memulai vaksinasi hepatitis A untuk diri sendiri atau anak, tetapi masih bingung dimana? anda bisa melakukannya di klinik NK Health.

Klinik NK Health menyediakan layanan vaksinasi hepatitis dengan tenaga medis berpengalaman, meliputi:

  • Konsultasi sebelum vaksinasi, membantu menentukan jenis vaksin dan jadwal yang sesuai dengan usia, riwayat vaksinasi, serta kondisi kesehatan Anda.
  • Melayani anak dan dewasa, mulai dari usia yang direkomendasikan hingga dewasa.
  • Observasi setelah penyuntikan, sesuai standar keamanan yang berlaku.
  • Pencatatan riwayat vaksinasi, memudahkan pemantauan jadwal dosis berikutnya, mengingat vaksinasi ini memerlukan dua dosis dengan jarak beberapa bulan.

Konsultasikan kebutuhan vaksinasi Anda dengan tim medis NK Health melalui WhatsApp, atau pelajari lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi hepatitis yang tersedia.

BOOKING VAKSIN HEPATITIS ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali vaksin hepatitis A diberikan?

Dua dosis. Dosis pertama membentuk kekebalan awal, dosis kedua diberikan 6–18 bulan kemudian untuk memperkuat dan memperpanjang perlindungan. Untuk vaksin kombinasi hepatitis A dan B, jadwalnya berbeda yaitu tiga dosis.

Mulai usia berapa anak boleh divaksin hepatitis A?

IDAI merekomendasikan pemberian mulai usia 12 bulan ke atas, dengan dua dosis berjarak 6–18 bulan. Untuk kondisi khusus seperti perjalanan ke daerah endemis, jadwalnya perlu didiskusikan dengan dokter.

Apakah orang dewasa masih perlu divaksin hepatitis A?

Perlu, terutama bagi yang belum pernah divaksinasi dan termasuk kelompok berisiko, misalnya sering bepergian ke daerah endemis, bekerja di bidang pengolahan makanan, tenaga kesehatan, atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi terbatas.

Apakah vaksin hepatitis B juga melindungi dari hepatitis A?

Tidak. Vaksin hepatitis B monovalen hanya melindungi dari hepatitis B. Perlindungan terhadap keduanya hanya diperoleh melalui vaksin kombinasi hepatitis A dan B, atau dengan menerima dua jenis vaksin secara terpisah.

Bagaimana jika dosis kedua terlewat lebih dari jadwal?

Menurut CDC, dosis kedua sebaiknya segera diberikan begitu disadari terlewat. Seri vaksinasi tidak perlu diulang dari awal, dosis pertama tetap dihitung.