Pentingnya Vaksin HPV untuk Laki Laki

vaksin hpv untuk laki laki

Selama ini, vaksin HPV lebih sering dikaitkan dengan perempuan dan pencegahan kanker serviks. Padahal, infeksi Human Papillomavirus atau HPV juga dapat menyerang laki-laki dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Oleh karena itu penting untuk melakukan vaksin HPV pada laki laki.

HPV pada laki-laki dapat menyebabkan kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker, seperti kanker penis, kanker anus, serta kanker di bagian belakang tenggorokan. Karena itu, vaksin HPV untuk laki laki bukan sekadar tindakan untuk melindungi pasangan, tetapi juga perlindungan langsung bagi kesehatan laki-laki itu sendiri.

Bahkan, sebuah analisis global yang diberitakan WHO memperkirakan hampir satu dari tiga laki-laki berusia di atas 15 tahun mengalami infeksi setidaknya satu jenis HPV genital pada suatu waktu. Sebagian besar infeksi memang tidak menunjukkan gejala, tetapi beberapa jenis HPV dapat bertahan lama dan berkembang menjadi penyakit serius.

Lantas, kapan vaksin HPV sebaiknya diberikan? Apakah laki-laki dewasa yang sudah aktif secara seksual masih bisa mendapatkannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

BOOKING VAKSIN HPV ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT

Apa Itu HPV?

Human Papillomavirus atau HPV adalah kelompok yang terdiri dari sekitar 200 jenis virus. Sebagian jenis HPV dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir, termasuk area kelamin, anus, mulut, dan tenggorokan.

Tidak semua jenis HPV berbahaya. Secara umum, HPV dapat dibedakan menjadi:

  • HPV risiko rendah, yang lebih sering menyebabkan kutil kelamin.
  • HPV risiko tinggi, yang dapat menyebabkan perubahan sel dan berkembang menjadi kanker apabila infeksinya bertahan dalam waktu lama.

Pada sekitar 90% orang, sistem kekebalan tubuh mampu mengendalikan infeksi HPV secara alami. Namun, infeksi persisten dari HPV risiko tinggi berkaitan dengan kanker serviks, penis, anus, vulva, vagina, serta kanker mulut dan tenggorokan.

HPV biasanya menular melalui kontak kulit yang erat saat aktivitas seksual, termasuk hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Penularan juga dapat terjadi meskipun seseorang tidak mengalami kutil atau keluhan apa pun.

Baca juga : Vaksin HPV Gardasil di Jakarta

Ada Berapa Jenis HPV?

Banyak orang yang tidak tahu bahwa HPV bukan satu virus, ada lebih dari 200 jenis (strain) HPV yang sudah teridentifikasi. Dan mereka dibagi dalam dua kelompok besar, berikut 2 jenis hpv :

  1. HPV Risiko Rendah : Jenis-jenis ini tidak menyebabkan kanker, tapi bisa menyebabkan kutil kelamin (kondiloma akuminata) pertumbuhan kecil seperti daging tumbuh di area genital dan sekitarnya. Tidak berbahaya jiwa, tapi sangat mengganggu dan bisa menular ke pasangan.
    HPV tipe 6 dan tipe 11 adalah penyebab sekitar 90% kasus kutil kelamin di seluruh dunia — baik pada perempuan maupun laki-laki.
  2. HPV Risiko Tinggi : Jenis-jenis ini adalah yang berbahaya. Mereka bisa menyebabkan berbagai jenis kanker. Yang paling dikenal adalah kanker serviks pada perempuan, tapi HPV risiko tinggi juga menyebabkan kanker pada laki-laki.
    HPV tipe 16 dan tipe 18 adalah penyebab mayoritas kanker yang berkaitan dengan HPV, bertanggung jawab atas sekitar 70% kanker yang disebabkan HPV.

Baca juga : Vaksin HPV untuk Wanita Dewasa – Mencegah Kanker

Mengapa Vaksin HPV untuk Laki-Laki Penting?

Anggapan bahwa HPV hanya menjadi masalah kesehatan perempuan perlu diluruskan. Laki-laki bukan hanya dapat membawa dan menularkan HPV, tetapi juga dapat mengalami penyakit akibat infeksi tersebut. Berikut beberapa alasan pentingnya vaksin HPV bagi laki-laki.

1. Membantu mencegah kutil kelamin

Kutil kelamin merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum akibat infeksi HPV risiko rendah, terutama HPV tipe 6 dan 11.

Kutil dapat muncul di sekitar penis, skrotum, selangkangan, paha, atau anus. Walaupun biasanya tidak berkembang menjadi kanker, kutil kelamin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu kepercayaan diri, mudah menular, dan membutuhkan perawatan berulang.

Vaksin HPV tertentu memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin.

2. Menurunkan risiko kanker anus

Infeksi HPV berisiko tinggi merupakan salah satu penyebab kanker anus. Risiko kanker ini dapat meningkat pada kelompok tertentu, termasuk orang dengan daya tahan tubuh rendah, orang yang hidup dengan HIV, dan laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.

HPV menyebabkan lebih dari 90% kasus kanker anus, Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki memiliki risiko yang jauh lebih tinggi, tapi laki-laki heteroseksual juga tidak bebas dari risiko ini. Vaksinasi menjadi penting karena kanker anus belum memiliki program skrining rutin untuk masyarakat umum seperti skrining kanker serviks.

3. Melindungi dari kanker penis

HPV bertanggung jawab atas sekitar 50% kasus kanker penis. Meskipun kanker penis tergolong jarang, dampaknya sangat serius terhadap kualitas hidup.

Infeksi yang tidak terdeteksi dan bertahan selama bertahun-tahun dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan penis. Vaksin HPV membantu mencegah infeksi baru dari tipe HPV yang tercakup di dalam vaksin.

4. Mengurangi risiko kanker mulut dan tenggorokan

HPV juga berkaitan dengan kanker orofaring, yaitu kanker pada bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel. Faktanya, Laki-laki 3–4 kali lebih sering terkena kanker orofaring terkait HPV dibanding perempuan.

Kanker akibat HPV tidak selalu muncul segera setelah infeksi. Prosesnya dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun. Saat ini, belum tersedia metode skrining rutin yang direkomendasikan untuk menemukan kanker orofaring akibat HPV pada orang tanpa gejala.

5. Memberikan perlindungan sebelum terpapar HPV

Vaksin HPV bekerja paling baik sebelum seseorang terpapar virus. Oleh karena itu, vaksin idealnya diberikan pada masa anak-anak atau remaja, sebelum mulai aktif secara seksual.

Namun, bukan berarti laki-laki yang sudah aktif secara seksual pasti tidak memperoleh manfaat. Seseorang mungkin sudah pernah terpapar satu jenis HPV, tetapi belum tentu terpapar semua jenis HPV yang terdapat dalam vaksin.

Vaksin tetap dapat memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lain yang belum pernah menginfeksi tubuh.

6. Membantu memutus rantai penularan

Vaksinasi pada laki-laki dan perempuan dapat membantu mengurangi peredaran HPV di masyarakat. Semakin banyak orang yang terlindungi, semakin kecil pula peluang virus berpindah dari satu orang ke orang lain.

WHO menyatakan bahwa memasukkan anak laki-laki ke dalam program vaksinasi dapat meningkatkan dampak pencegahan, baik terhadap penyakit HPV pada laki-laki maupun kanker serviks pada perempuan melalui penurunan penularan di masyarakat.

Baca juga : Vaksin HPV di Bekasi – HPV Gardasil dan Cervarix

Penyakit Apa Saja yang Dapat Dicegah?

Bergantung pada jenis vaksin yang digunakan, vaksin HPV dapat memberikan perlindungan terhadap tipe virus yang menyebabkan:

  • Kutil kelamin.
  • Lesi prakanker pada anus.
  • Kanker anus.
  • Kanker penis.
  • Kanker orofaring dan kanker kepala-leher tertentu.
  • Kanker serviks, vagina, dan vulva pada perempuan.

National Cancer Institute memperkirakan vaksinasi HPV dapat mencegah hingga 90% kanker yang disebabkan oleh HPV serta sebagian besar kutil kelamin. Perlindungan akan optimal apabila vaksin diberikan sebelum paparan pertama terhadap virus.

Penting dipahami bahwa vaksin tidak melindungi dari seluruh tipe HPV. Karena itu, perilaku seksual yang aman dan pemeriksaan medis ketika muncul keluhan tetap diperlukan.

Baca juga : Vaksin HPV di Bintaro – HPV Gardasil dan Cervarix

Usia Ideal Vaksin HPV untuk Laki-Laki

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan vaksinasi HPV sejak usia 9–14 tahun, baik bagi anak perempuan maupun laki-laki, sebelum aktif secara seksual. Pemerintah Indonesia juga menargetkan perluasan perlindungan vaksin HPV bagi anak laki-laki sebelum usia 15 tahun sebagai bagian dari strategi eliminasi kanker serviks.

Sebagai referensi klinis internasional, CDC memberikan rekomendasi berikut :

Kelompok usia dan kondisiRekomendasi umum
Usia 9–14 tahunWaktu ideal memulai vaksinasi; umumnya diberikan dalam 2 dosis
Usia 15–26 tahunVaksinasi kejar bagi yang belum lengkap; umumnya 3 dosis
Usia 27–45 tahunDapat dipertimbangkan setelah berdiskusi dengan dokter
Kondisi imunokompromaisUmumnya membutuhkan 3 dosis, meskipun vaksin dimulai sebelum usia 15 tahun

CDC merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11–12 tahun dan memperbolehkan pemberian sejak usia 9 tahun. Vaksinasi kejar dianjurkan sampai usia 26 tahun bagi orang yang belum pernah mendapatkan atau belum menyelesaikan rangkaian vaksin.

Untuk laki-laki berusia 27–45 tahun, manfaat vaksin dapat berbeda pada setiap orang. Dokter akan mempertimbangkan riwayat vaksinasi, kemungkinan paparan sebelumnya, kondisi kesehatan, dan risiko memperoleh infeksi HPV baru.

Baca juga : Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Berapa Dosis Vaksin HPV yang Dibutuhkan?

Jumlah dosis umumnya ditentukan berdasarkan usia ketika dosis pertama diberikan dan kondisi daya tahan tubuh.

1. Memulai vaksin sebelum usia 15 tahun

Sebagian besar orang yang memulai vaksinasi pada usia 9–14 tahun mendapatkan dua dosis. Jarak antara dosis pertama dan kedua umumnya sekitar 6–12 bulan.

2. Memulai vaksin pada usia 15 tahun atau lebih

Orang yang memulai vaksin pada usia 15 tahun atau lebih biasanya mendapatkan tiga dosis, yaitu:

  • Dosis pertama pada bulan ke-0.
  • Dosis kedua sekitar 1–2 bulan setelah dosis pertama.
  • Dosis ketiga sekitar 6 bulan setelah dosis pertama.

3. Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh

Orang dengan kondisi imunokompromais, termasuk sebagian orang yang hidup dengan HIV, biasanya disarankan mendapatkan tiga dosis.

Jadwal vaksin dapat berbeda sesuai merek vaksin, kebijakan fasilitas kesehatan, kondisi pasien, dan pedoman yang berlaku di Indonesia. Ikuti jadwal yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan dan jangan mengubah interval dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Baca juga : Vaksin HPV: Cara Kerja, Efektivitas, dan Efek Sampingnya

Vaksin HPV untuk Laki Laki Dewasa di Klinik NK Health

Pencegahan infeksi HPV perlu dilakukan melalui vaksinasi di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksin hpv. Jika Anda mencari tempat yang tepat untuk melakukan vaksinasi HPV, klinik NK Health adalah pilihan yang terbaik untuk anda. Klinik Nk Health menawarkan vaksin HPV untuk laki laki dengan tenaga medis profesional yang siap memberikan penjelasan lengkap tentang vaksinasi serta manfaatnya untuk anda. Selain itu, NK Health juga menawarkan harga vaksin HPV yang kompetitif dan proses vaksinasi yang nyaman.

NK Health menawarkan layanan vaksinasi yang nyaman dan terpercaya, serta berbagai jenis vaksin HPV seperti Gardasil 9, Gardasil 4, dan Cervarix. Selain itu, dengan fasilitas medis yang lengkap dan pelayanan yang cepat, Anda dapat merasa aman dan nyaman saat menjalani vaksinasi di sini. Jika Anda belum mendapatkan vaksin HPV, jangan tunda lagi! Lindungi diri Anda dan keluarga dari kanker serviks dan penyakit akibat virus HPV dengan vaksinasi di NK Health.

BOOKING VAKSIN HPV ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT

Mitos tentang Vaksin HPV untuk Laki-Laki yang Perlu Diluruskan

Ada beberapa mitos vaksin hpv yang perlu anda ketahui, yaitu :

Mitos 1 : Vaksin HPV itu hanya untuk perempuan.

Faktanya : HPV menyerang laki-laki juga dan menyebabkan kanker pada laki-laki. Badan kesehatan di seluruh dunia seperti WHO, CDC, ACIP secara resmi merekomendasikan vaksin HPV untuk laki-laki.

Mitos 2 : Kalau pasangan saya sudah divaksin, saya tidak perlu.

Faktanya : Vaksin pada pasangan melindungi dia, bukan kamu. Kamu tetap berisiko terkena kutil kelamin, kanker anus, dan kanker orofaring. Kedua pasangan perlu divaksin untuk perlindungan yang optimal.

Mitos 3 : Sudah terlambat kalau sudah aktif secara seksual.

Faktanya : Vaksin masih efektif meskipun sudah aktif secara seksual, karena sangat kecil kemungkinan kamu sudah terpapar semua tipe HPV yang dicakup oleh vaksin. Vaksin melindungi terhadap tipe yang belum pernah terpapar sebelumnya.

Mitos 4 : Vaksin HPV menyebabkan masalah kesuburan.

Faktanya : Ini adalah mitos yang sudah berulang kali dibantah oleh penelitian ilmiah skala besar. Tidak ada bukti bahwa vaksin HPV memengaruhi kesuburan pada laki-laki maupun perempuan.

Mitos 5 : Efek samping vaksin HPV berbahaya.

Faktanya : Efek samping vaksin HPV umumnya ringan dan sementara. Ini adalah salah satu vaksin yang paling banyak dipelajari keamanannya di dunia, dengan data keamanan dari ratusan juta dosis yang diberikan.

Mitos 6 : HPV selalu menyebabkan gejala, jadi saya akan tahu kalau saya terinfeksi.

Faktanya : Mayoritas infeksi HPV tidak menimbulkan gejala sama sekali. Kamu bisa terinfeksi, menularkan ke orang lain, dan mengembangkan kanker bertahun-tahun kemudian tanpa pernah tahu ada virus di tubuhmu.