Mengenal Cedera Padel Elbow dan Penanganannya

Cedera Padel Elbow

Padel sedang naik daun dan tidak sedikit orang yang baru pertama kali memegang raket padel langsung ketagihan memainkannya berjam-jam tanpa jeda. Salah satu cedera yang sering dirasakan oleh pemain padel yaitu rasa nyeri di siku yang tidak kunjung hilang. Kondisi inilah yang kini mulai dikenal luas dalam dunia olahraga dan fisioterapi sebagai cedera padel elbow, sebuah terminologi yang lahir seiring meledaknya popularitas olahraga padel global.

Uniknya, cedera ini punya karakteristik tersendiri yang membedakannya dari cedera siku pada olahraga raket lainnya, dan membutuhkan pendekatan penanganan yang spesifik.

Kalau sikumu mulai sakit setelah sesi padel, kamu wajib membaca artikel ini sampai selesai.

BOOKING SESI FISIOTERAPI ANDA SEKARANG DI KLINIK FISIOTERAPI NK HEALTH TERDEKAT

Apa Itu Cedera Padel Elbow?

Padel elbow adalah istilah yang merujuk pada nyeri dan disfungsi pada siku yang dialami oleh pemain padel baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Secara klinis, kondisi ini bisa merujuk pada dua jenis cedera tendon yang berbeda, tergantung pada area siku yang terlibat:

Lateral Padel Elbow (Sisi Luar Siku)

Ini adalah jenis yang paling umum. Secara medis disebut lateral epicondylitis atau lebih familiarnya, “tennis elbow” namun dengan konteks spesifik pada pemain padel.

Nyeri terjadi di tonjolan tulang bagian luar siku (lateral epicondyle), di mana tendon otot-otot ekstensor pergelangan tangan dan jari menempel. Padel memperburuk kondisi ini karena gerakan-gerakan spesifik seperti backhand drive, vibora, dan bajada yang melibatkan ekstensi siku dengan pergelangan tangan dalam posisi aktif secara berulang-ulang.

Medial Padel Elbow (Sisi Dalam Siku)

Lebih jarang, tapi tidak kalah menyiksa. Secara medis disebut medial epicondylitis atau “golfer’s elbow”. Nyeri terjadi di bagian dalam siku (medial epicondyle), melibatkan tendon otot-otot fleksor pergelangan tangan.

Pada pemain padel, kondisi ini sering dipicu oleh pukulan smash, bandeja, dan servis yang membutuhkan gerakan fleksi dan pronasi lengan bawah dengan kecepatan tinggi.

Fakta menariknya, Sebuah survei yang dilakukan di Spanyol negara dengan komunitas padel terbesar di dunia menemukan bahwa lebih dari 40% pemain padel aktif melaporkan pernah mengalami nyeri siku yang signifikan. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding olahraga raket lainnya, sebagian besar disebabkan oleh karakteristik unik raket dan bola padel itu sendiri.

Baca juga : 5 Risiko Cedera Saat Olahraga Padel dan Cara Mencegahnya

Mengapa Padel Sangat Rentan Menyebabkan Cedera Siku?

Inilah yang membuat padel elbow berbeda dari sekadar “tennis elbow biasa”. Ada faktor-faktor unik dalam olahraga padel yang secara khusus meningkatkan risiko cedera siku.

1. Karakteristik Raket Padel yang Unik

Berbeda dengan raket tenis atau badminton yang berwajah senar, raket padel terbuat dari bahan solid (fiberglass atau carbon fiber) dengan permukaan berlubang-lubang kecil. Karakteristik ini menghasilkan transmisi getaran yang sangat berbeda saat bola mengenai raket.

Setiap kali bola padel yang lebih padat dan berat dari shuttlecock menghantam permukaan raket solid tersebut, gelombang getaran langsung ditransmisikan ke pergelangan tangan dan siku tanpa redaman yang memadai dari senar. Bagi pemain yang sudah memiliki kelemahan pada tendon siku, ini seperti menerima “microtrauma” berulang di setiap pukulan.

2. Teknik Pukulan Khas Padel

Beberapa pukulan ikonik padel secara biomekanikal sangat demanding terhadap struktur siku :

Vibora : pukulan ke atas yang mengandalkan rotasi pergelangan tangan dan siku secara cepat. Jika tekniknya tidak sempurna, otot ekstensor lengan bawah bekerja ekstra keras.

Bajada : memotong bola dari posisi tinggi ke rendah. Gerakan ini membutuhkan kontrol eksentrik yang tinggi dari otot-otot siku dan pergelangan tangan.

Bandeja : pukulan defensif-ofensif di atas kepala. Saat dilakukan dengan teknik yang kurang tepat, ini bisa memberikan beban signifikan pada medial epicondyle.

Smash : terutama smash dari posisi dekat dinding belakang, yang memaksa lengan bergerak dalam amplitudo dan kecepatan yang ekstrem.

3. Faktor Lapangan dan Dinding

Keunikan padel adalah penggunaan dinding sebagai bagian dari permainan. Ini berarti pemain sering harus melakukan pukulan dalam posisi yang tidak ideal tidak jarang dengan tangan dalam posisi fleksi atau rotasi yang awkward untuk membalas bola yang memantul dari kaca.

Posisi-posisi tidak ideal inilah yang sering menjadi pemicu cedera, karena otot dan tendon dipaksa bekerja keras di luar zona optimal mereka.

4. Kultur “Main Terus” di Padel

Berbeda dengan tenis yang memiliki budaya latihan teknik yang kuat, banyak pemain padel terutama pemula langsung terjun bermain tanpa pemanasan memadai, tanpa latihan teknik yang benar, dan tanpa memahami batas kemampuan fisik mereka.

Durasi permainan yang panjang (padel adalah olahraga sosial yang sering berlangsung 1–3 jam tanpa henti) dikombinasikan dengan intensitas yang tinggi adalah resep sempurna untuk overuse injury.

Baca juga : Menyembuhkan Nyeri Siku dengan Fisioterapi

Tanda dan Gejala Cedera Padel Elbow yang Harus Diwaspadai

Cedera padel elbow jarang datang tiba-tiba dalam semalam. Biasanya dimulai sebagai ketidaknyamanan ringan yang perlahan-lahan intensitasnya meningkat jika diabaikan. Kenali tahapannya berikut ini :

Tahap Awal (Ringan)

  • Nyeri ringan di siku bagian luar (atau dalam) yang muncul setelah bermain, tapi hilang dengan istirahat
  • Sedikit kaku di siku setelah bangun tidur, tapi membaik dalam 15–20 menit
  • Performa pukulan sedikit berkurang tanpa alasan yang jelas

Tahapan Sedang

  • Nyeri mulai muncul saat bermain, bukan hanya sesudahnya
  • Nyeri terasa saat melakukan aktivitas sehari-hari: menggenggam cangkir, membuka botol, berjabat tangan, mengangkat tas
  • Pegangan tangan terasa lebih lemah dari biasanya
  • Siku terasa nyeri saat ditekan pada area lateral atau medial epicondyle

Tahap Lanjut (Berat / Kronis)

  • Nyeri yang persisten bahkan saat istirahat atau di malam hari
  • Nyeri menjalar dari siku ke lengan bawah atau ke arah bahu
  • Tidak bisa bermain padel sama sekali tanpa rasa sakit yang intens
  • Kekakuan dan pembengkakan yang terlihat pada area siku

Jika nyeri di siku tidak membaik setelah 2–3 minggu istirahat dari padel, atau jika nyeri memengaruhi aktivitas sehari-hari jangan tunda lagi. Ini saatnya menemui fisioterapis profesional terdekat.

Baca juga : Rekomendasi Klinik Fisioterapi Terbaik di Jakarta

Faktor Risiko, Siapa yang Paling Rentan Terkena Cedera Padel Elbow?

Tidak semua pemain padel mengalami cedera siku ini. Ada faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena cedera padel elbow, yaitu :

Faktor RisikoPenjelasan
Pemula yang terlalu antusiasLangsung bermain intensitas tinggi tanpa membangun fondasi kebugaran dan teknik
Usia 35–55 tahunKapasitas regenerasi tendon menurun seiring usia
Teknik pukulan yang salahKhususnya posisi siku saat backhand dan vibora
Raket terlalu berat atau terlalu kerasMeningkatkan transmisi getaran ke siku
Volume latihan yang meningkat tiba-tibaLebih dari 20% peningkatan per minggu adalah zona bahaya
Riwayat cedera siku sebelumnyaJaringan tendon yang sudah pernah cedera lebih rentan
Pemanasan yang tidak memadaiTendon yang dingin lebih mudah mengalami microtear
Kondisi kesehatan tertentuDiabetes, rheumatoid arthritis meningkatkan risiko tendinopati

Baca juga : Penanganan Fisioterapi Cedera Tennis Elbow (Nyeri Siku)

Bagaimana Cedera Padel Elbow Dievaluasi?

Diagnosis yang akurat adalah fondasi penanganan yang tepat. Jangan hanya menebak-nebak berdasarkan lokasi nyeri karena nyeri siku bisa memiliki banyak penyebab yang berbeda. Seorang fisioterapis berpengalaman akan melakukan evaluasi menyeluruh yang mencakup :

  1. Riwayat Klinis Lengkap Kapan pertama kali nyeri muncul? Dalam konteks aktivitas apa? Apakah ada perubahan dalam frekuensi atau intensitas bermain padel belakangan ini? Apakah ada riwayat cedera sebelumnya?
  2. Tes Klinis Spesifik untuk Lateral Padel Elbow:
    Cozen’s Test : ekstensi pergelangan tangan melawan resistansi dengan siku ekstensi; positif jika nyeri di lateral epicondyle
    Mill’s Test : pronasi lengan bawah dengan siku lurus dan pergelangan tangan fleksi penuh
    – Maudsley’s Test : ekstensi jari tengah melawan resistansi; menguji extensor carpi radialis brevis (ECRB) secara spesifik
  3. Tes Klinis Spesifik untuk Medial Padel Elbow:
    Medial Epicondyle Palpation : nyeri tekan langsung pada tonjolan tulang bagian dalam siku
    – Valgus Stress Test : menilai stabilitas ligamen kolateral medial
    Resisted Wrist Flexion Test : nyeri saat pergelangan tangan difleksikan melawan resistansi
  4. Penilaian Biomekanik Padel Fisioterapis yang berpengalaman menangani atlet padel idealnya juga mengevaluasi pola gerak saat berolahraga cara memegang raket (grip), posisi siku saat berbagai pukulan, dan pola beban yang berulang.
  5. Pencitraan jika Diperlukan MRI atau USG muskuloskeletal dapat membantu melihat derajat kerusakan tendon secara langsung apakah ada microtear, degenerasi kolagen, atau pembentukan kalsifikasi. Ini penting untuk perencanaan program yang tepat.

Baca juga : Menyembuhkan Padel Elbow dengan Fisioterapi

Bagaimana Cara Fisioterapi Menyembuhkan Padel Elbow?

Padel elbow atau disebut juga lateral epicondylitis adalah kondisi yang mirip dengan tennis elbow, tetapi sering muncul pada pemain padel karena gerakan repetitif memutar pergelangan tangan dan lengan saat memukul bola. Fisioterapi menjadi pendekatan yang efektif untuk mengatasi kondisi ini, dengan mekanisme sebagai berikut:

1. Evaluasi dan Penentuan Program Terapi (Assestment)

Fisioterapis pertama-tama menilai tingkat nyeri, kekuatan otot lengan bawah, dan mobilitas sendi siku serta pergelangan. Hasil evaluasi ini menentukan jenis latihan, intensitas, dan teknik yang akan digunakan, sehingga terapi bisa personalized sesuai kebutuhan pasien.

2. Terapi Manual

Fisioterapi akan memberikan teknik manual terapi seperti :

  • Pijat jaringan lunak dan teknik mobilisasi : membantu mengurangi ketegangan otot-otot lengan bawah dan tendon yang meradang.
  • Stretching lembut : meningkatkan fleksibilitas tendon dan mengurangi ketegangan akibat gerakan repetitif.

3. Latihan Penguatan dan Koordinasi

Fisioterapi akan memberikan serangkaian latihan yang difokuskan pada wrist extensor, penguatan genggaman (grip strengthening), dan rotasi lengan bawah (forearm rotation), yang bertujuan untuk memperkuat tendon sehingga lebih mampu menahan tekanan dari gerakan repetitif saat bermain padel. Latihan ini dilakukan secara progresif, dimulai dari resistensi ringan dan secara bertahap ditingkatkan sesuai kemampuan dan toleransi pasien, sehingga pemulihan berjalan aman dan efektif.

4. Alat Modalitas

Beberapa penggunaan modalitas alat yang bisa digunakan untuk mempercepat pemulihan yaitu :

  • TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri.
  • Ultrasound untuk memperbaiki aliran darah dan mempercepat regenerasi tendon.
  • Dry needling untuk mempercepat pemulihan tendon yang teriritasi akibat gerakan repetitif saat bermain padel.

5. Edukasi Aktivitas dan Pencegahan

Fisioterapis mengajarkan teknik memegang raket yang tepat, postur tubuh yang benar saat memukul, serta latihan mandiri di rumah. Edukasi ini sangat penting agar tendon tidak cedera kembali saat bermain padel atau aktivitas sehari-hari.

Dengan kombinasi evaluasi, terapi manual, latihan penguatan, modalitas alat, dan edukasi, pasien dapat meredakan nyeri, memperkuat tendon, dan kembali bermain padel secara aman.

Baca juga : Fisioterapi Surabaya Terbaik dan Terdekat

Fisioterapi Padel Elbow di Klinik NK Health

Jika Anda mencari solusi terbaik untuk menyembuhkan cedera padel elbow, melakukan fisioterapi di klinik NK Health dapat menjadi solusi terbaik. Terapi di NK Health akan disesuaikan dengan kebutuhan atau cedera pasien, mulai dari assessment, penggunaan modalitas alat terapi, manual terapi, edukasi, hingga latihan atau exercise terapi. Klinik NK Health memiliki tim fisioterapis yang berlisensi dan berpengalaman untuk mendampingi setiap pasien dalam proses pemulihan cedera padel elbow yang sedang dialami.

DOCTOR (Dpt) Nicolas Bagus Setiabudi, BPhys (Hons)

Dengan memiliki head fisioterapi international (Dpt) Nicolas Bagus Setiabudi, BPhys (Hons), MBA – Head Physiotherapist ( dari Universitas Melbourne ) with working Experience From Tan Tock Seng Hospital Singapore. NK Health merupakan klinik fisioterapi terbaik saat ini karena semua fisioterapisnya dibekali dengan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan menyeluruh sebelum memberikan penilaian yang tepat sesuai dengan kondisi pasien. Kami juga terus mengembangkan keterampilan fisioterapi melalui program pelatihan yang berkualitas baik di dalam maupun luar negeri.

Salah Satu Testimoni Pasien Klinik NK Health

BOOKING SESI FISIOTERAPI PADEL ELBOW ANDA SEKARANG DI CABANG KLINIK NK HEALTH TERDEKAT