Baik Anda baru saja lepas gips, baru menjalani operasi pemasangan pen, atau masih dalam masa pemulihan patah tulang, satu pertanyaan yang biasanya muncul adalah: bagaimana caranya bagian tubuh yang patah bisa kembali berfungsi normal? Jawabannya, di sebagian besar kasus, melibatkan fisioterapi.
Patah tulang bisa terjadi di hampir semua bagian tubuh baik di tangan, kaki, paha, tulang rusuk, hingga selangka, dan setiap lokasi punya pertimbangan pemulihan yang agak berbeda. Artikel ini menjelaskan peran fisioterapi secara umum, lalu membahas satu per satu pertimbangan untuk lokasi patah tulang yang paling umum, supaya Anda tahu apa yang bisa diharapkan sesuai kondisi Anda sendiri.
BOOKING SESI FISIOTERAPI PATAH TULANG ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT
Berapa Banyak Orang yang Mengalami Ini?
Menurut data Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, angka kejadian fraktur di Indonesia tercatat sekitar 9,2 persen, dengan cedera pada ekstremitas bawah (kaki dan panggul) menyumbang 67,9 persen kasus, sementara ekstremitas atas (tangan dan lengan) sekitar 32,7 persen. Berdasarkan data Riskesdas, jenis patah tulang paling umum di Indonesia adalah patah tulang paha atau femur (39 persen dari seluruh kasus), diikuti patah tulang lengan atas atau humerus (15 persen), dan patah tulang tungkai bawah atau tibia-fibula (11 persen).
Artinya, patah tulang di kaki maupun tangan sama-sama umum terjadi dan keduanya sama-sama membutuhkan program pemulihan yang terarah, bukan sekadar menunggu tulang menyambung dengan sendirinya.
Peran Fisioterapi dalam Pemulihan Patah Tulang
Setelah gips dilepas atau luka operasi mulai pulih, tulang yang patah memang sudah mulai menyambung, tapi otot di sekitarnya biasanya melemah, sendi menjadi kaku, dan pola gerak alami tubuh ikut terganggu akibat periode tidak digunakan. Di sinilah fisioterapi berperan membantu mengembalikan kekuatan otot, rentang gerak sendi, dan pola gerak yang aman, secara bertahap dan terukur.
Secara umum, program fisioterapi patah tulang mencakup:
- Penilaian awal : Mengukur kekuatan otot, rentang gerak, dan tingkat nyeri di area yang terdampak.
- Latihan rentang gerak : Gerakan pasif maupun aktif untuk mencegah kekakuan sendi.
- Latihan penguatan otot : Dimulai bertahap, disesuaikan dengan tingkat penyembuhan tulang.
- Latihan pembebanan terkontrol : Khusus untuk patah tulang yang menahan berat badan, seperti kaki dan panggul.
- Terapi manual : Teknik dengan tangan untuk melancarkan gerak sendi dan mengurangi nyeri.
- Latihan keseimbangan dan fungsi : Terutama penting pada patah tulang tungkai bawah, agar Anda bisa kembali berjalan dengan aman.
Fisioterapi untuk Berbagai Lokasi Patah Tulang
Program fisioterapi tidak seragam untuk semua patah tulang, lokasi yang terdampak menentukan sendi mana yang perlu dilatih, seberapa cepat pembebanan bisa dimulai, dan risiko apa yang perlu diwaspadai.
Patah Tulang Tangan dan Lengan
Patah tulang di area ini (termasuk pergelangan tangan, lengan bawah, hingga lengan atas atau humerus) biasanya melibatkan latihan rentang gerak jari, pergelangan tangan, siku, dan kadang bahu, tergantung lokasi persisnya. Fisioterapi berfokus mengembalikan kemampuan menggenggam dan menjepit dengan jari, selain mengurangi bengkak dan jaringan parut di sekitar area cedera.
Pemulihan fungsi dasar tangan dan lengan untuk sebagian besar aktivitas harian umumnya membutuhkan waktu sekitar 8–10 minggu pascaoperasi, sementara kembali ke aktivitas berat atau olahraga biasanya baru disarankan setelah 3–6 bulan, tergantung tingkat keparahan dan evaluasi dokter.
Patah Tulang Kaki dan Tungkai
Patah tulang di tungkai bawah (tibia-fibula) atau di sekitar pergelangan kaki melibatkan latihan yang mencakup lutut, pergelangan kaki, dan panggul, karena ketiganya saling memengaruhi pola berjalan. Fisioterapi di area ini biasanya dimulai dengan latihan berpindah posisi dan penggunaan alat bantu seperti kruk atau walker, sebelum bertahap masuk ke latihan pembebanan dan keseimbangan.
Karena tungkai menahan berat badan saat berjalan, kapan Anda boleh mulai membebani kaki yang patah harus mengikuti arahan dokter bedah dan hasil rontgen kontrol bukan berdasarkan rasa nyaman semata.
Patah Tulang Paha (Femur)
Femur adalah tulang terpanjang dan terkuat di tubuh, sehingga patah tulang di area ini termasuk yang paling sering memerlukan operasi dan waktu pemulihan yang lebih panjang. Fisioterapi berfokus pada latihan pembebanan bertahap, penguatan otot paha dan panggul, serta latihan keseimbangan untuk mengurangi risiko jatuh, sebelum akhirnya kembali ke pola berjalan normal.
Karena femur menyumbang hampir 4 dari 10 kasus patah tulang di Indonesia, banyak fisioterapis yang sudah cukup terbiasa menangani kasus ini — tapi durasi pemulihannya tetap sangat individual, tergantung usia, metode operasi, dan kondisi kesehatan lain.
Lokasi Lainnya
Patah tulang rusuk, tulang selangka (klavikula), dan tulang kecil di telapak tangan atau kaki juga umum terjadi. Penanganannya sering kali tidak memerlukan operasi, namun tetap membutuhkan fisioterapi untuk mencegah kekakuan dan memulihkan pola gerak, terutama bila area tersebut memengaruhi pernapasan (tulang rusuk) atau gerakan bahu (klavikula).
Baca juga: Jenis Terapi Fisik yang Efektif untuk Pasien dengan Patah Tulang Tangan
Apa yang Terjadi Saat Sesi Fisioterapi Pertama?
- Peninjauan riwayat medis. Fisioterapis meninjau hasil pemeriksaan dokter, termasuk hasil rontgen dan protokol dari dokter bedah bila Anda menjalani operasi.
- Pemeriksaan langsung. Kekuatan otot, rentang gerak, tingkat nyeri, dan ada-tidaknya pembengkakan dinilai secara langsung.
- Diskusi rencana terapi. Fisioterapis menjelaskan temuan pemeriksaan dan mendiskusikan program yang sesuai dengan lokasi serta tingkat keparahan patah tulang Anda.
- Sesi latihan pertama. Dimulai dari gerakan yang aman sesuai tahap pemulihan Anda saat itu, lalu disesuaikan secara berkala di sesi-sesi berikutnya.
Baca juga: Fisioterapi Pasca Operasi Patah Tulang
Berapa Lama Waktu Pemulihannya?
Secara umum, tulang yang patah membutuhkan waktu sekitar 6–12 minggu untuk menyambung, sementara ligamen dan tendon di sekitarnya bisa memerlukan 6–12 bulan untuk pulih sepenuhnya. Setelah gips atau alat fiksasi dilepas, fisioterapi biasanya masih berlanjut hingga 3–12 bulan, tergantung seberapa jauh fungsi tubuh Anda perlu dipulihkan.
Beberapa faktor yang memengaruhi lama pemulihan: lokasi dan jenis patah tulang, stabilitas hasil operasi (bila ada), usia, kondisi kesehatan lain, serta konsistensi Anda menjalani program latihan. Karena itu, waktu pemulihan satu orang tidak selalu bisa dibandingkan langsung dengan orang lain, meski lokasi patah tulangnya sama.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Selama menjalani latihan di rumah maupun program fisioterapi, segera hentikan latihan dan hubungi dokter atau fisioterapis Anda bila muncul:
- Bengkak yang membesar drastis dan tiba-tiba, bisa menandakan peradangan berat atau perdarahan internal
- Nyeri yang justru bertambah parah, bukan berkurang, setelah beberapa hari latihan
- Area di sekitar patah tulang terasa mati rasa, kesemutan terus-menerus, atau berubah warna
- Demam, atau luka operasi yang mengeluarkan cairan dan berbau tidak sedap
- Sendi terasa tidak stabil atau seperti akan “lepas” saat digerakkan
Hasil pemulihan patah tulang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung lokasi, tingkat keparahan, usia, dan konsistensi menjalani terapi. Fisioterapi membantu memaksimalkan pemulihan fungsi tubuh Anda, namun bukan jaminan kembalinya kekuatan dan gerak persis seperti sebelum cedera.
Layanan Fisioterapi Patah Tulang di Klinik NK Health
- Program fisioterapi individual, disesuaikan dengan lokasi patah tulang (tangan, kaki, paha, atau lainnya) dan hasil pemeriksaan dokter
- Latihan rentang gerak, penguatan otot, dan pembebanan bertahap, didampingi langsung oleh fisioterapis
- Evaluasi berkala untuk menyesuaikan program seiring perkembangan pemulihan Anda
- Pendampingan latihan aktivitas fungsional (berjalan, naik-turun tangga, menggenggam) agar kemajuan terasa dalam keseharian, bukan hanya di sesi terapi
Layanan ini tersedia di seluruh 9 cabang NK Health: Kebon Jeruk, Kelapa Gading, Simprug, Bekasi, Cikarang, Gading Serpong, Bintaro, Surabaya, dan Makassar.
Tim fisioterapi NK Health berstandar internasional, dipimpin Head Physiotherapist (Dpt) Nicolas Bagus Setiabudi, BPhys (Hons), MBA — lulusan Bachelor of Physiotherapy (Honours) Universitas Melbourne, dengan pengalaman di Tan Tock Seng Hospital, Singapura. Setiap pasien mendapat pemeriksaan komprehensif sebelum program terapi disusun.
Klinik NK Health berdiri sejak 2015 dan telah melayani lebih dari 100 ribu pasien di 9 cabang. Seluruh tenaga kesehatan NK Health merupakan lulusan program terakreditasi dan berlisensi dengan STR aktif.
BOOKING SESI FISIOTERAPI PATAH TULANG ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT
