Cara Membedakan Antara Robekan Rotator Cuff dan Tendinitis

Cara Membedakan Antara Robekan Rotator Cuff dan Tendinitis

Masalah pada bahu, seperti robekan rotator cuff dan tendinitis seringkali menyebabkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas sehari-hari anda. Meski keduanya mempengaruhi area yang sama pada bahu, yakni otot rotator cuff, diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan jenis pengobatan yang sesuai. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara robekan rotator cuff dan tendinitis.

BOOKING SESI FISIOTERAPI ANDA SEKARANG DI KLINIK FISIOTERAPI NK HEALTH TERDEKAT

Cara Membedakan Antara Robekan Rotator Cuff dan Tendinitis

Ketika bahu terasa nyeri, dua penyebab paling umum yang sering membingungkan adalah tendonitis (peradangan) dan robekan (tear). Meskipun keduanya terjadi di area yang sama, penyebab, karakteristik gejala, dan penanganannya berbeda. Berikut beberapa point yang perlu diperhatikan untuk membedakan antara robekan rotator cuff dengan tendinitis.

1. Pengertian dan Penyebab Umum

Robekan Rotator Cuff

Rotator cuff adalah sekelompok empat otot yang berfungsi untuk menopang dan menggerakkan sendi bahu. Robekan pada rotator cuff dapat terjadi akibat cedera akut atau penggunaan berulang yang memberi tekanan pada tendon. Pada robekan rotator cuff, tendon bisa terputus sebagian (robekan parsial) atau sepenuhnya (robekan total), yang dapat menyebabkan keterbatasan gerakan bahu dan rasa sakit yang hebat.

Tendinitis

Tendinitis, di sisi lain, merujuk pada peradangan pada tendon, yaitu jaringan yang menghubungkan otot ke tulang. Pada umumnya, tendinitis pada rotator cuff sering disebabkan oleh gerakan berulang atau penggunaan otot yang berlebihan, yang menyebabkan mikrotrauma pada tendon. Tendinitis biasanya lebih bersifat inflamasi dan terjadi lebih sering pada individu yang melakukan pekerjaan atau olahraga dengan gerakan berulang di atas kepala.

2. Gejala Umum

Robekan Rotator Cuff

Beberapa gejala yang umum terjadi ketika mengalami robekan rotator cuff, antara lain :

  • Rasa Sakit: Nyeri tajam yang biasanya terasa saat mengangkat lengan atau saat tidur dengan posisi tertentu, terutama pada malam hari.
  • Keterbatasan Gerak: Kesulitan dalam melakukan gerakan di atas kepala, seperti menyisir rambut atau meraih objek tinggi.
  • Kelemahan Otot: Adanya kelemahan pada bahu yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tendinitis

Beberapa gejala yang umum terjadi ketika mengalami tendinitis, antara lain :

  • Nyeri Bertahap: Nyeri yang berkembang secara bertahap dan lebih terasa saat aktivitas fisik yang melibatkan bahu, terutama gerakan berulang.
  • Nyeri pada Pagi Hari: Rasa sakit yang lebih intens pada pagi hari, biasanya karena tendon terasa kaku setelah istirahat malam.
  • Keterbatasan Gerakan: Meskipun ada keterbatasan gerakan, tetapi tidak seberat pada robekan rotator cuff.

3. Pemeriksaan dan Diagnosis

Untuk membedakan antara robekan rotator cuff dan tendinitis, pemeriksaan fisik oleh seorang dokter atau spesialis ortopedi sangat diperlukan. Beberapa tes yang umum dilakukan antara lain:

  • Tes Jangkar (Jobe’s Test): Menguji stabilitas dan kekuatan otot-otot rotator cuff untuk mendeteksi robekan.
  • Tes Rentang Gerak (Range of Motion Testing): Mengukur sejauh mana bahu dapat digerakkan tanpa menimbulkan rasa sakit.
  • Pencitraan: Pemeriksaan menggunakan MRI atau ultrasonografi untuk melihat robekan pada tendon. Pada tendinitis, gambaran yang terlihat adalah peradangan atau penebalan pada tendon, sedangkan pada robekan rotator cuff, ada bukti robekan yang jelas pada tendon.

4. Perawatan yang Diperlukan

Robekan Rotator Cuff

Pengobatan untuk robekan rotator cuff bergantung pada tingkat keparahan robekan. Dalam kasus robekan parsial, terapi fisik seperti fisioterapi dan penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dapat membantu meredakan gejala. Namun, untuk robekan total atau yang cukup besar, tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki tendon yang robek.

Tendinitis

Untuk tendinitis, pengobatan konservatif lebih sering digunakan, seperti:

  • Istirahat: Menghindari aktivitas yang memperburuk kondisi.
  • Terapi Fisik Fisioterapi : Untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot bahu.
  • Obat-obatan: NSAID atau kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
  • Terapi Pijat: Untuk meredakan ketegangan pada otot yang terlibat.

5. Perbedaan Utama dan Kesimpulan

Untuk mempermudah identifikasi awal, berikut adalah perbedaan utama antara kedua kondisi tersebut:

  • Durasi Nyeri: Nyeri pada tendinitis sering kali bersifat bertahap dan lebih terasa pada aktivitas berulang, sementara nyeri pada robekan rotator cuff lebih mendalam dan sering muncul secara mendalam setelah cedera.
  • Gejala Kelemahan: Robekan rotator cuff lebih sering menyebabkan kelemahan otot yang signifikan dibandingkan dengan tendinitis.
  • Hasil Pemeriksaan: Pemeriksaan pencitraan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang jenis cedera, dengan robekan rotator cuff yang terlihat jelas pada gambar MRI atau ultrasonografi.

Itu dia 5 cara membedakan antara robekan rotator cuff dan tendinitis. Jika anda mengalami nyeri bahu dan membutuhkan terapi cedera bahu dengan fisioterapi untuk mempercepat pemulihan sakit bahu anda, anda bisa melakukan fisioterapi di klinik fisioterapi NK Health.

Baca juga : Cara Menyembuhkan Rotator Cuff Tear dengan Cepat

Rekomendasi Klinik Fisioterapi Terbaik untuk Menyembuhkan Sakit Bahu

Jika anda ingin mempercepat proses pemulihan sakit bahu anda, melakukan fisioterapi di klinik fisioterapi NK Health. Klinik NK Health telah berdiri sejak tahun 2015 dan berpengalaman melayani lebih dari 100 ribu pasien. Dengan tim fisioterapis yang berpengalaman dan teknik yang terbukti efektif, klinik NK Health menawarkan perawatan yang dapat membantu anda kembali aktif dan bebas dari rasa sakit. Layanan fisioterapi di NK Health mencakup pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kondisi anda, diikuti dengan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

NK Health

Dengan memiliki head fisioterapi international (Dpt) Nicolas Bagus Setiabudi, BPhys (Hons), MBA – Head Physiotherapist ( dari Universitas Melbourne ) with working Experience From Tan Tock Seng Hospital Singapore. Semua fisioterapis klinik NKHhealth dibekali dengan kemampuan untuk melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan menyeluruh sebelum memberikan penilaian yang tepat sesuai dengan kondisi pasien. Kami juga terus mengembangkan keterampilan fisioterapi melalui program pelatihan yang berkualitas baik di dalam maupun luar negeri.

TESTIMONI PASIEN KLINIK NK HEALTH

BOOKING SESI FISIOTERAPI ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT