
Pernah merasakan nyeri tajam, pegal, atau sensasi terbakar di area bokong saat duduk, berdiri, berjalan, naik tangga, atau setelah berolahraga? Lalu, kenapa bokong sakit meskipun Anda merasa tidak mengalami cedera?
Bokong sakit bisa berasal dari masalah otot, tendon, sendi, saraf, tulang belakang, atau tulang ekor. Karena penyebabnya beragam, penanganan nyeri bokong juga perlu disesuaikan dengan sumber nyeri agar tidak memperburuk kondisi.
BOOKING SESI FISIOTERAPI BOKONG SAKIT ANDA SEKARANG
Kenapa Bokong Bisa Terasa Sakit?
Kenapa bokong sakit? Bokong bisa terasa sakit karena area ini terdiri dari lapisan lemak dan kulit. Di area ini terdapat otot gluteus, tendon, ligamen, sendi panggul, sendi sakroiliaka, tulang duduk, tulang ekor, dan saraf skiatik. Nyeri dapat muncul akibat duduk terlalu lama, aktivitas berlebihan, cedera, gangguan saraf, atau peradangan pada jaringan di sekitar panggul dan tulang belakang.
Otot gluteus membantu tubuh berdiri, berjalan, menaiki tangga, menjaga keseimbangan, dan menggerakkan panggul. Gangguan pada salah satu struktur tersebut dapat menimbulkan rasa sakit yang serupa. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kelemahan atau cedera pada otot gluteus dapat memengaruhi cara seseorang duduk, berdiri, dan berjalan.
Lokasi dan karakter nyeri dapat memberi petunjuk awal, seperti :
- Nyeri yang menjalar sampai kaki dapat berkaitan dengan saraf.
- Nyeri tepat pada tulang duduk sering memburuk saat duduk lama.
- Nyeri di sisi luar bokong atau pinggul dapat berkaitan dengan tendon gluteal.
- Nyeri di tengah atas belahan bokong dapat berasal dari tulang ekor.
- Nyeri disertai benjolan, kemerahan, atau demam dapat mengarah pada infeksi.
Namun, gejala tersebut tidak dapat dipakai untuk mendiagnosis diri sendiri. Pemeriksaan fisik tetap diperlukan untuk memastikan sumber nyeri.
Baca juga : Cara Mengatasi Bokong Sakit dengan Cepat
10 Penyebab Bokong Sakit yang Paling Sering Terjadi
Berikut ini 10 penyebab umum kenapa bokong sakit yang paling sering terjadi pada orang-orang.
1. Piriformis Syndrome
Piriformis syndrome merupakan salah satu penyebab bokong sakit yang kerap luput dari diagnosis. Kondisi ini terjadi ketika otot piriformis menekan atau mengiritasi saraf skiatik.
Otot piriformis adalah otot kecil berbentuk seperti buah pir yang terletak jauh di dalam bokong. Otot ini membantu memutar tungkai ke arah luar dan menjaga kestabilan panggul. Saraf skiatik berada sangat dekat dengan otot tersebut. Pada sebagian orang, saraf ini bahkan melewati bagian dalam otot piriformis.
Ketika otot piriformis mengalami ketegangan, kejang, atau peradangan, tekanan pada saraf skiatik dapat memicu nyeri yang menjalar dari bokong ke paha belakang, betis, hingga kaki.
Seberapa Umum Piriformis Syndrome?
Berdasarkan StatPearls dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), piriformis syndrome diperkirakan menyebabkan sekitar 0,3% hingga 6% dari seluruh kasus nyeri punggung bawah dan sciatica. Dengan sekitar 40 juta kasus baru nyeri punggung bawah dan sciatica setiap tahun di Amerika Serikat, jumlah kasus piriformis syndrome diperkirakan dapat mencapai 2,4 juta kasus per tahun.
Angka tersebut mungkin lebih tinggi karena kondisi ini sering sulit dibedakan dari gangguan saraf atau tulang belakang lainnya. Protokol systematic review yang dipublikasikan dalam JMIR Research Protocols menyebutkan bahwa kejadian piriformis syndrome pada individu dengan nyeri punggung bawah diperkirakan berkisar antara 5% hingga 36%. Perempuan juga dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi. Data StatPearls menunjukkan rasio laki-laki dan perempuan yang mengalami kondisi ini sekitar 1:6.
Ciri-Ciri Piriformis Syndrome yang perlu diperhatikan :
- Nyeri terasa di dalam bokong, bukan di permukaan
- Memburuk saat duduk lama, terutama di kursi keras
- Bisa menjalar ke paha belakang atau betis
- Biasanya hanya satu sisi
- Sering membaik saat berjalan atau berbaring
Cara Mengatasi Piriformis Syndrome
Penanganan perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebab keluhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :
- Mengurangi durasi duduk tanpa jeda.
- Berdiri dan bergerak ringan secara berkala.
- Melakukan peregangan piriformis sesuai arahan fisioterapis.
- Melatih kekuatan otot pinggul, bokong, dan otot inti.
- Memperbaiki postur duduk dan pola gerak.
- Menghindari aktivitas yang memicu nyeri untuk sementara.
Pada kasus yang menetap atau sering kambuh, fisioterapis dapat memberikan program latihan khusus, manual therapy, atau dry needling sesuai hasil pemeriksaan. Jangan memaksakan peregangan jika nyeri semakin tajam, menjalar lebih jauh, atau disertai mati rasa dan kelemahan kaki.
2. Sciatica akibat Saraf Kejepit (HNP)
Salah satu alasan lainnya kenapa bokong sakit yang paling umum adalah adanya saraf sciatica yang terjepit (HNP). Sciatica akibat saraf terjepit sering tertukar dengan piriformis syndrome karena gejalanya hampir sama. Perbedaannya terletak pada sumber masalah.
Pada HNP atau hernia nukleus pulposus, gangguan berasal dari tulang belakang bagian bawah. Bantalan di antara ruas tulang belakang menonjol dan menekan akar saraf. Nyeri kemudian menjalar mengikuti jalur saraf, termasuk ke area bokong, paha, hingga kaki.
Sebuah penelitian cross-sectional yang dipublikasikan di PMC menemukan bahwa pada pasien dengan sciatica, sebanyak 58,8% mengalami herniated disc, 16,1% mengalami degenerasi sendi sakroiliaka, 8,8% mengalami spinal stenosis, dan 5,8% mengalami degenerasi sendi facet.
Data tersebut menunjukkan bahwa HNP merupakan penyebab sciatica yang paling umum. Namun, tidak semua nyeri bokong yang menjalar disebabkan oleh saraf terjepit.
Ciri-Ciri Sciatica akibat HNP
Beberapa ciri yang dapat membedakannya dari piriformis syndrome meliputi :
- Sering disertai nyeri punggung bawah.
- Nyeri memburuk saat membungkuk, batuk, atau bersin.
- Muncul kesemutan atau mati rasa mengikuti jalur saraf tertentu.
- Nyeri dapat menjalar dari bokong hingga kaki.
- Kelainan pada diskus dapat terlihat melalui pemeriksaan MRI tulang belakang.
3. Disfungsi Sendi Sacroiliac (SI Joint)
Sendi sacroiliac atau SI joint menghubungkan tulang sakrum di bagian bawah tulang belakang dengan tulang panggul. Meski pergerakannya terbatas, sendi ini menanggung beban tubuh setiap hari.
Ketika sendi sacroiliac mengalami iritasi, peradangan, atau gangguan gerak, nyeri biasanya terasa di bokong bagian atas dan pinggul belakang. Pada sebagian orang, nyeri juga dapat menjalar ke paha bagian atas.
Sebuah studi yang dipublikasikan di PMC menyebutkan bahwa nyeri sendi sacroiliac terjadi pada sekitar 10% hingga 30% pasien dengan nyeri punggung bawah kronis. Bahkan, penelitian lain yang dipublikasikan di PMC terhadap 234 pasien dengan herniasi diskus lumbal menemukan bahwa 78 pasien atau 33,3% juga mengalami disfungsi sendi sacroiliac.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan sendi sacroiliac dapat terjadi bersamaan dengan masalah tulang belakang. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting agar sumber nyeri tidak terlewat.
Ciri-Ciri Disfungsi Sendi Sacroiliac
- Nyeri terasa di bokong bagian atas, dekat area lesung pinggang.
- Keluhan biasanya muncul pada satu sisi.
- Nyeri memburuk saat naik tangga.
- Sakit terasa saat berdiri dari posisi duduk.
- Nyeri meningkat ketika berjalan di permukaan tidak rata.
- Sebagian orang merasa seperti ada bagian tubuh yang tidak berada pada posisi semestinya.
4. Bursitis
Di sekitar tulang panggul dan bokong terdapat bursa, yaitu kantung kecil berisi cairan yang mengurangi gesekan antara tulang dan jaringan lunak. Ketika bursa mengalami peradangan, kondisi ini disebut bursitis.
Dua jenis bursitis yang sering menyebabkan nyeri bokong adalah:
- Trochanteric bursitis, yang menimbulkan nyeri di sisi luar pinggul.
- Ischial bursitis, yang terjadi di bawah tulang duduk dan sering berkaitan dengan kebiasaan duduk lama di permukaan keras.
Ciri-Ciri Bursitis
- Nyeri saat area pinggul atau bokong ditekan.
- Nyeri memburuk saat berbaring pada sisi yang sakit.
- Area yang meradang dapat terasa hangat atau sedikit bengkak.
- Ischial bursitis biasanya terasa lebih sakit saat duduk lama di permukaan keras.
5. Ketegangan atau Robekan Otot Gluteal
Otot gluteal merupakan kelompok otot besar yang bekerja saat berdiri, berjalan, berlari, naik tangga, dan mengangkat beban. Aktivitas yang melebihi kemampuan otot dapat menyebabkan ketegangan atau robekan kecil pada serat otot.
Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada pelari yang meningkatkan intensitas latihan terlalu cepat, orang yang tiba-tiba berolahraga berat setelah lama tidak aktif, serta pekerja yang mengangkat beban dengan teknik kurang tepat.
Ciri-Ciri Cedera Otot Gluteal
- Nyeri muncul setelah aktivitas fisik tertentu.
- Otot terasa pegal, tegang, atau sakit saat ditekan.
- Nyeri cenderung terlokalisasi dan tidak menjalar jauh.
- Keluhan ringan biasanya membaik secara bertahap dengan pengurangan aktivitas dan pemulihan yang tepat.
6. Dead Butt Syndrome (Gluteal Amnesia)
Gluteal amnesia merupakan istilah populer untuk menggambarkan otot bokong yang kurang aktif dan melemah akibat terlalu lama duduk atau jarang digunakan.
Ketika otot bokong tidak bekerja secara optimal, tubuh dapat mengalihkan beban ke punggung bawah, hamstring, atau otot piriformis. Kondisi ini dapat memicu ketegangan, kekakuan, dan nyeri.
Ciri-Ciri Gluteal Amnesia
- Nyeri atau kaku setelah duduk selama berjam-jam.
- Keluhan sering disertai nyeri punggung bawah.
- Rasa tidak nyaman berkurang setelah berjalan atau bergerak.
- Sering dialami pekerja kantoran, pengemudi, dan pekerja jarak jauh.
Cara mencegahnya adalah berdiri dan bergerak secara berkala, misalnya setiap 45 hingga 60 menit. Latihan penguatan seperti glute bridge dan clamshell juga dapat membantu jika dilakukan dengan teknik yang tepat.
7. Proximal Hamstring Tendinopathy
Otot hamstring melekat pada tulang duduk atau ischial tuberosity. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau perubahan degeneratif pada tendon di titik perlekatan tersebut. Kondisi ini disebut proximal hamstring tendinopathy.
Keluhan ini lebih sering dialami pelari, pemain sepak bola, dan atlet yang banyak melakukan sprint atau gerakan eksplosif.
Ciri-Ciri Proximal Hamstring Tendinopathy
- Nyeri tepat di bawah bokong, dekat tulang duduk.
- Nyeri memburuk saat duduk lama, terutama di kursi keras.
- Keluhan meningkat saat berlari cepat atau menanjak.
- Nyeri terasa ketika hamstring diregangkan.
8. Coccydynia (Nyeri Tulang Ekor)
Coccydynia adalah nyeri pada tulang ekor atau coccyx yang berada di ujung bawah tulang belakang. Meski sumbernya bukan otot bokong, nyeri sering terasa di antara kedua bokong sehingga mudah tertukar dengan kondisi lain.
Penyebab yang umum meliputi jatuh dalam posisi duduk, duduk terlalu lama di permukaan keras, persalinan, atau tekanan berulang. Pada sebagian kasus, penyebabnya tidak diketahui secara jelas.
Ciri-Ciri Coccydynia
- Nyeri terlokalisasi di antara kedua bokong.
- Keluhan memburuk saat duduk, terutama ketika tubuh condong ke belakang.
- Nyeri muncul saat berdiri dari posisi duduk.
- Sebagian orang mengalami nyeri saat buang air besar.
9. Trauma atau Memar Langsung
Jatuh terduduk, terbentur benda keras, atau cedera saat berolahraga dapat menyebabkan memar pada otot, iritasi bursa, atau cedera tulang.
Pada kondisi yang lebih berat, trauma dapat menyebabkan retak pada tulang ekor atau tulang panggul. Hal ini menjadi alasan kenapa bokong anda sakit.
Segera lakukan pemeriksaan jika nyeri sangat berat, tidak membaik setelah beberapa hari, muncul pembengkakan luas, atau Anda kesulitan berdiri dan menahan berat badan.
10. Kondisi Sistemik atau Penyebab yang Lebih Serius
Dalam kasus yang lebih jarang, alasan kenapa bokong anda suka sakit dapat berkaitan dengan kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Beberapa kemungkinan tersebut meliputi :
- Penyakit inflamasi, seperti ankylosing spondylitis, yang dapat menyebabkan nyeri sendi sacroiliac dan kekakuan pada pagi hari.
- Infeksi, seperti abses atau infeksi jaringan, yang dapat disertai demam, kemerahan, dan pembengkakan.
- Gangguan pembuluh darah, dengan nyeri yang muncul saat berjalan dan berkurang ketika beristirahat.
- Tumor atau keganasan, yang sangat jarang tetapi dapat disertai nyeri malam hari dan penurunan berat badan tanpa sebab.
Kondisi tersebut jauh lebih jarang dibandingkan penyebab lainnya. Namun, segera periksakan diri jika nyeri disertai demam, penurunan berat badan tanpa sebab, kelemahan kaki, nyeri malam yang berat, atau keluhan yang tidak membaik dalam posisi apa pun.
Baca juga : Cara Menghilangkan Nyeri Pada Bokong yang Efektif
Apa yang Dilakukan Fisioterapis untuk Nyeri Bokong?
Jika penanganan mandiri belum membantu, fisioterapi dapat menjadi langkah berikutnya. Kenapa? karena penanganan dengan fisioterapi dalam mengatasi nyeri bokong akan disesuaikan dengan penyebab nyeri, kondisi tubuh, dan aktivitas sehari-hari. Sehingga nyeri bokong yang anda alami bisa lebih cepat di atasi karena diatasi langsung dari akarnya.
1. Evaluasi untuk Menemukan Sumber Nyeri
Fisioterapis akan menilai lokasi nyeri, kekuatan otot, rentang gerak, fungsi saraf, postur, dan pola gerak. Tes klinis seperti FAIR test, Pace test, Freiberg test, atau tes provokasi sendi sacroiliac dapat digunakan sesuai kondisi pasien.
Pemeriksaan ini membantu membedakan apakah nyeri berasal dari otot piriformis, sendi sacroiliac, saraf, tendon, atau struktur lainnya.
2. Terapi Manual
Fisioterapis dapat menggunakan teknik langsung pada jaringan dan sendi yang bermasalah, seperti:
- Pelepasan jaringan lunak pada otot gluteal dan piriformis.
- Mobilisasi sendi sacroiliac.
- Mobilisasi saraf untuk membantu mengurangi iritasi saraf skiatik.
Pemilihan teknik dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar pada lokasi yang terasa sakit.
3. Dry Needling
Dry needling dapat digunakan untuk membantu mengatasi trigger point pada otot piriformis atau gluteal. Terapi ini tidak selalu diperlukan dan hanya diberikan jika sesuai dengan kondisi pasien.
4. Program Latihan yang Dipersonalisasi
Fisioterapis akan menyusun latihan sesuai sumber nyeri dan kemampuan pasien. Program dapat mencakup peregangan, penguatan otot bokong dan pinggul, latihan stabilitas panggul, serta latihan mobilitas saraf.
Program ini lebih terarah dibandingkan latihan umum dari internet karena intensitas dan tahapannya disesuaikan dengan perkembangan pasien.
5. Edukasi Ergonomi dan Pencegahan
Pasien juga mendapat panduan mengenai posisi duduk, cara berdiri, teknik mengangkat beban, serta modifikasi aktivitas. Tujuannya adalah mengurangi beban pada area yang bermasalah dan mencegah nyeri kembali.
Jika anda bingung untuk memilih klinik fisioterapi yang tepat untuk anda, klinik NK Health bisa menjadi pilihan terbaik.
Baca juga : Piriformis Syndrome Apa Bisa Sembuh? Ini Jawaban Medisnya
Klinik Fisioterapi untuk Mengatasi Bokong Sakit
Klinik fisioterapi NK Health bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mengatasi nyeri bokong anda adalah karena kualitas tim fisioterapis NK Health yang berstandar internasional karena NK Health memiliki Head Physiotherapist : (Dpt) Nicolas Bagus Setiabudi, BPhys (Hons), MBA yang merupakan lulusan luar negeri dan berpengalaman bekerja di Tan Tock Seng Hospital, Singapura.
- Lulusan Bachelor of Physiotherapy (Honours) — Universitas Melbourne, Australia Master of Business Administration (MBA)
- Berpengalaman bekerja di Tan Tock Seng Hospital, Singapura, salah satu rumah sakit terbaik di Asia Tenggara
- Memimpin tim fisioterapis NK Health dengan standar klinis internasional

Seluruh tim fisioterapis NK Health merupakan lulusan program fisioterapi terakreditasi, berlisensi (STR aktif), dan dilatih secara reguler melalui program pelatihan dalam dan luar negeri. Setiap pasien akan mendapatkan pemeriksaan komprehensif sebelum program terapi dirancang. NK Health sendiri sudah berdiri sejak tahun 2015 dan telah melayani lebih dari 100 ribu pasien. Jadi anda tidak perlu ragu dengan kualitas fisioterapis kami.
TESTIMONI PASIEN KLINIK NK HEALTH
BOOKING SESI FISIOTERAPI BOKONG SAKIT ANDA SEKARANG DI KLINIK NK HEALTH
Ditinjau oleh : Sri Fitria Wahyuni, M.Biomed, Ftr, CDNP (Fisioterapis NK Health)
