fbpx

TES UNTUK PIRIFORMIS SYNDROME

Sindrom piriformis adalah neuritis, atau peradangan nervus sciatica diakibatkan kondisi abnormal  pada otot pirifgormis.  Kasus Piriformis sindrome sering disalah artikan sebagai Low Back Pain sebanyak 16% dan kesalahan diagnosis dapat memicu sakit, parasthesia dan hyperesthesia dan kelemahan otot.

Ada 2 jenis TES UNTUK PIRIFORMIS SYNDROME, Primer dan sekunder. Penyebab primer adalah akiat anatomi seperti otot piriformis yang rusak, nervus sciatica yang robek hingga anomali nervus sciatica.

Sindrom Piriformis sekunder biasanya diakibatkan trauma ataupun ischaemia local.

Gejala Piriformis Syndrome yang paling umum adalah meningkatnya rasa sakit setelah duduk lebih dari 15 atau 20 menit. Banyak pasien mengeluhkan nyeri pada otot piriformis atau bokong terutama pada bagian sakrum dan trcohanter. Keluhan bisa dirasakan tiba tiba atau mendadadak. Pasien juga mungkin untuk merasakan keluhan berjalan atau dengan memutar tungkai atau selama bersila.

Jangan Lupa juga untuk kunjungi : Physiotherapy Clinic In Jakarta, dan Klinik Fisioterapi di Jakarta Utara, Klinik Fisioterapi Jakarta Barat

TES UNTUK PIRIFORMIS SYNDROME yang BISA DIGUNAKAN untuk mengetahui apakah anda mengalami PIRIFORMIS SINDROME :

  1. Tes piriformis dalam posisi berbaring miring (Side-lying Position): Untuk melakukan tes, pasien diposisikan dalam posisi miring pada sisi yang tidak sakit (misal pasien sakit di bagian kiri maka miring ke kanan). Kaki yang bergejala diposisikan pada fleksi (naik) 60 deerajat hingga 90 derajat  pinggul dan fleksi (naik) 90 derajat di sendi lutut. Pasien harus berbaring dengan wajah arahahkan ke pemeriksa, tangan pemeriksa diletakkan di atas panggul untuk menstabilkannya, tangan lainnya diletakkan di sisi lateral atau samping lutut. Pemeriksa memberikan tekanan tangan pada sisi lateral lutut dan mencoba meregangkan bagian tersebut sejauh mungkin. Pemeriksa melakukan adduksi horizontal sambil memberi tekanan pada lutut ke arah meja. Selama latihan, pasien mungkin merasa sakit atau tidak nyaman. Tes ini juga disebut sebagai tes FAIR (Flexion Adduction dan Internal Rotation).
  2. Tes Piriformis Duduk: Tes piriformis juga dapat diperiksa dalam posisi duduk di kursi dengan punggung tegak dan kaki bertumpu di tanah. Tes ini dilakukan dengan menyilangkan kaki yang sakit dan menempatkan pergelangan kaki pada lutut yang tidak cedera. Satu tangan pemeriksa berada di pergelangan kaki untuk menstabilkan bagian sementara tangan lainnya diletakkan di sisi lateral lutut. Pasien kemudian diminta untuk membungkuk ke depan untuk merasakan regangan di daerah gluteal atau pemeriksa menarik lutut ke arah dada.