
Cedera bahu saat gym adalah salah satu masalah yang cukup sering dialami oleh para pengunjung gym, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Aktivitas angkat beban dan gerakan repetitif yang melibatkan bahu ketika gym dapat menyebabkan cedera. Artikel ini akan membahas berbagai penyebab, jenis cedera, tips pencegahan, serta langkah-langkah penanganan cedera bahu saat gym yang tepat, terutama melalui fisioterapi cedera bahu untuk membantu pemulihan cedera bahu.
BOOKING SESI FISIOTERAPI ANDA SEKARANG DI KLINIK FISIOTERAPI NK HEALTH TERDEKAT
Penyebab Cedera Bahu Saat Gym
Cedera bahu saat gym dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik dari teknik yang salah, pemanasan yang kurang, maupun overtraining. Berikut adalah beberapa penyebab utama cedera bahu saat gym:
- Teknik yang Salah
Salah satu penyebab utama cedera bahu adalah teknik yang tidak benar saat melakukan latihan. Misalnya, saat melakukan bench press, jika posisi tangan atau siku tidak tepat, beban bisa menekan bahu secara tidak langsung. - Overtraining
Latihan yang terlalu berat atau berlebihan tanpa memberikan waktu yang cukup untuk pemulihan dapat memicu cedera bahu saat gym. Ini biasanya terjadi pada mereka yang mencoba meningkatkan beban angkatan secara drastis tanpa memperhatikan kekuatan dan kestabilan tubuh. - Kurangnya Pemanasan
Tidak melakukan pemanasan yang cukup sebelum latihan dapat meningkatkan risiko cedera. Otot dan sendi bahu yang kaku tidak siap menerima beban berat, yang dapat menyebabkan cedera. - Postur Tubuh yang Buruk
Postur tubuh yang salah saat latihan, seperti membungkuk atau menarik bahu terlalu ke depan, dapat memberi tekanan berlebih pada sendi bahu dan memicu cedera. - Tidak melakukan Pendinginan yang Cukup
Banyak orang sering melewatkan pendinginan setelah latihan, padahal hal ini sangat penting untuk mencegah cedera bahu. Pendinginan membantu otot untuk kembali ke kondisi normal dan mempercepat proses pemulihan. Tanpa pendinginan, otot bisa menjadi kaku dan lebih rentan terhadap cedera. Luangkan waktu 5-10 menit setelah latihan untuk melakukan peregangan atau latihan pernapasan yang menenangkan untuk memastikan otot bahu Anda tetap fleksibel dan tidak tegang.
Baca juga : Rekomendasi Klinik Fisioterapi Terbaik di Jakarta
Jenis Cedera Bahu yang Terjadi Saat Gym
Ada berbagai jenis cedera bahu yang bisa terjadi saat gym, dan masing-masing cedera bahu memerlukan penanganan yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis cedera yang sering terjadi:
- Weightlifter’s Shoulder
Weightlifter’s Shoulder adalah cedera bahu yang sering terjadi akibat beban angkatan berat yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa teknik yang tepat. Cedera ini sering dialami oleh para weightlifter atau pengunjung gym yang melakukan latihan seperti overhead press atau bench press dengan beban berat. Gerakan berulang ini memberikan tekanan berlebih pada sendi bahu, terutama pada tendon rotator cuff, yang menyebabkan peradangan, nyeri, dan penurunan rentang gerak. Selain itu, overtraining, postur tubuh yang salah, dan kurangnya fleksibilitas juga dapat memperburuk kondisi ini, menjadikannya salah satu cedera bahu paling umum di gym. - Rotator Cuff Tear (Robekan Rotator Cuff)
Salah satu cedera bahu yang paling umum adalah robekan pada tendon rotator cuff. Cedera ini sering terjadi karena gerakan berulang atau beban yang terlalu berat. - Shoulder Impingement (Impingement Bahu)
Cedera ini terjadi ketika tendon rotator cuff terjepit antara tulang bahu, menyebabkan rasa sakit dan keterbatasan gerakan. - Bursitis Bahu
Bursitis adalah peradangan pada kantung cairan di sekitar sendi bahu, yang biasanya disebabkan oleh gerakan berulang atau tekanan berat pada bahu. - Dislokasi Bahu
Dislokasi bahu adalah cedera di mana kepala lengan atas keluar dari soket bahu. Meskipun lebih jarang terjadi, cedera ini biasanya membutuhkan perawatan medis yang intensif.
Baca juga : Cara Menyembuhkan Cedera Engkel dengan Cepat
Tips Mencegah Cedera Bahu Saat Gym
Menghindari cedera bahu saat gym bisa dilakukan dengan beberapa langkah pencegahan yang mudah namun efektif. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu anda mencegah cedera bahu saat gym:
- Perbaiki Teknik Latihan
Memastikan teknik latihan yang tepat adalah langkah pertama untuk mencegah cedera. Jika Anda merasa ragu dengan teknik Anda, mintalah bantuan pelatih untuk memastikan gerakan yang benar. - Lakukan Pemanasan dengan Benar
Pemanasan yang baik membantu mempersiapkan otot dan sendi untuk latihan yang lebih intens. Lakukan peregangan dinamis dan gerakan ringan untuk mengaktifkan otot bahu. - Gunakan Beban yang Sesuai
Hindari penggunaan beban yang terlalu berat, terutama jika Anda baru mulai berlatih atau tidak yakin dengan kemampuan tubuh. Tambahkan beban secara bertahap sesuai dengan kekuatan dan kemampuan Anda. - Berikan Waktu Istirahat yang Cukup
Istirahat yang cukup antara sesi latihan adalah kunci untuk pemulihan otot dan mencegah overtraining. Jangan lupa untuk memberi waktu bagi tubuh untuk pulih sebelum berlatih kembali. - Perhatikan Postur Tubuh
Pastikan postur tubuh tetap benar saat melakukan latihan. Jaga bahu Anda tetap stabil dan terhindar dari posisi yang dapat memberikan tekanan berlebihan pada sendi bahu.
Baca Juga : Rekomendasi Klinik Fisioterapi Terbaik di Bintaro, Tangerang Selatan
Kapan Cedera Bahu Saat Gym Harus ke Fisioterapi atau Dokter?
Meskipun banyak cedera bahu dapat pulih dengan istirahat dan perawatan mandiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Cedera bahu saat gym harus segera diperiksa oleh dokter atau fisioterapis jika:
- Nyeri Tidak Kunjung Reda
Jika rasa sakit berlanjut lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk, segera konsultasikan ke fisioterapis atau dokter untuk penanganan lebih lanjut. - Keterbatasan Gerakan
Jika Anda merasa kesulitan untuk menggerakkan bahu atau mengangkat lengan tanpa rasa sakit yang tajam, bisa jadi ini indikasi cedera serius yang memerlukan evaluasi lebih lanjut. - Pembengkakan atau Memar
Pembengkakan yang tidak normal pada bahu atau memar setelah latihan berat dapat menunjukkan adanya cedera ligamen atau tendon yang memerlukan perawatan medis. - Rasa Nyeri yang Tajam
Jika Anda merasakan nyeri tajam yang muncul saat mengangkat tangan atau melakukan gerakan tertentu, segera periksakan kondisi Anda untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Baca juga : Terapi Cedera Olahraga Paling Efektif untuk Menyembuhkan
Penanganan Cedera Bahu Saat Gym dengan Fisioterapi

Melakukan fisioterapi untuk cedera bahu saat gym adalah metode yang sangat efektif untuk mempercepat proses pemulihan cedera. Fisioterapi melibatkan beberapa pendekatan yang komprehensif untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi, dan mempercepat pemulihan. Berikut adalah beberapa teknik utama dalam fisioterapi untuk cedera bahu:
1. Assessment (Penilaian)
Langkah pertama adalah assessment atau penilaian oleh fisioterapis. Penilaian ini meliputi pemeriksaan fisik untuk menilai tingkat cedera, keterbatasan gerakan, serta sumber nyeri. Dengan penilaian yang tepat, fisioterapis dapat merancang rencana perawatan yang sesuai dan efektif, termasuk memantau kemajuan pemulihan.
2. Manual Terapi
Manual terapi melibatkan teknik manipulasi sendi dan otot untuk mengurangi ketegangan, meredakan nyeri, dan meningkatkan pergerakan sendi bahu. Teknik ini mencakup mobilisasi sendi dan pijatan pada otot yang tegang, yang membantu memperbaiki fleksibilitas dan mengurangi pembengkakan.
3. Penggunaan Modalitas Alat Terapi
Beberapa alat terapi yang umumnya digunakan dalam fisioterapi untuk cedera bahu saat gym antara lain :
- Ultrasound: Menggunakan gelombang suara untuk merangsang aliran darah, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan jaringan otot yang terluka.
- Dry Needling: Teknik ini menggunakan jarum tipis untuk merangsang titik pemicu pada otot yang tegang, mengurangi nyeri dan meningkatkan aliran darah ke area yang cedera.
- MWD (Microwave Diathermy): MWD menghasilkan panas melalui gelombang mikro, yang meningkatkan sirkulasi darah dan membantu penyembuhan jaringan otot.
- TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation): Menggunakan impuls listrik untuk merangsang saraf dan mengurangi rasa sakit pada area yang cedera.
- ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy): Terapi gelombang kejut yang merangsang penyembuhan jaringan yang rusak dan membantu mengurangi rasa sakit kronis pada tendon bahu.
4. Terapi Latihan
Terapi latihan adalah komponen kunci dalam pemulihan cedera bahu. Setelah mengurangi peradangan dan nyeri, fisioterapis akan memandu pasien melalui serangkaian latihan penguatan dan peregangan. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot rotator cuff, meningkatkan stabilitas sendi bahu, dan memulihkan rentang gerak. Latihan penguatan yang difokuskan pada otot sekitar bahu akan mencegah cedera berulang dan mengembalikan fungsi bahu secara optimal.
Dengan gabungan antara assessment, manual terapi, penggunaan modalitas alat terapi yang tepat, dan terapi latihan, fisioterapi memberikan solusi yang komprehensif untuk pemulihan dari cedera bahu saat gym. Jika Anda mengalami cedera bahu, segera hubungi klinik fisioterapi NK Health untuk mendapatkan perawatan fisioterapi yang profesional dan efektif untuk pemulihan yang cepat.
Baca juga : Cara Mengatasi Cedera Bahu dengan Cepat
Menyembuhkan Cedera Bahu Saat Gym dengan Fisioterapi di Klinik NK Health
Klinik fisioterapi NK Health merupakan klinik fisioterapi terbaik yang siap membantu anda menyembuhkan keluhan cedera bahu anda. Kami telah berdiri sejak tahun 2015 dan berpengalaman melayani lebih dari 100 ribu pasien. Dengan tim fisioterapis berpengalaman, kami akan melakukan assessment secara menyeluruh untuk memahami kondisi anda dan merencanakan perawatan yang tepat untuk cedera anda.
Salah Satu Testimoni Pasien Klinik NK Health
BOOKING SESI FISIOTERAPI CEDERA BAHU SAAT GYM ANDA SEKARANG

