
Cedera bahu shoulder impingement adalah sebuah kondisi medis yang terjadi ketika ada tekanan atau gesekan pada bagian-bagian di sekitar sendi bahu, seperti tendon rotator cuff dan bursa. Kondisi ini dapat menyebabkan bahu terasa nyeri, peradangan, dan keterbatasan gerakan pada bahu. Salah satu cara mengobati cedera shoulder impingement adalah dengan melakukan fisioterapi. Fisioterapi dapat menjadi salah satu metode yang sangat efektif untuk menangani shoulder impingement, membantu mengurangi rasa sakit, memperbaiki rentang gerak, dan mencegah cedera lebih lanjut. Dalam artikel ini kami akan membahas bagaimana penanganan fisioterapi shoulder impingement dan dimana klinik terbaik untuk anda melakukan fisioterapi.
BOOKING SESI FISIOTERAPI ANDA SEKARANG DI KLINIK FISIOTERAPI NK HEALTH TERDEKAT
Apa Penyebab Shoulder Impingement ?

Cedera shoulder impingement disebabkan oleh terjepitnya tendon rotator cuff atau bursa di sekitar sendi bahu, yang terjadi ketika ruang di antara bagian-bagian tersebut menyempit. Penyebab umumnya termasuk gerakan berulang, terutama dalam olahraga atau aktivitas yang melibatkan angkat lengan secara overhead, seperti voli atau tenis. Faktor lain yang berkontribusi adalah penuaan, yang menyebabkan degenerasi tendon dan ligamen, serta postur tubuh yang buruk, yang dapat menyebabkan ketegangan berlebih pada bahu. Cedera atau trauma pada bahu juga dapat merusak struktur bahu, meningkatkan risiko terjadinya impingement.
Baca juga : Cara Mengatasi Cedera Bahu dengan Cepat
Penanganan Shoulder Impingement dengan Fisioterapi
Penanganan fisioterapi untuk cedera bahu shoulder impingement melibatkan serangkaian pendekatan yang dirancang untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan fungsi bahu, dan mencegah cedera berulang. Fisioterapis akan menggunakan beberapa metode yang terintegrasi, termasuk assessment, manual terapi, modalitas alat terapi, dan terapi latihan untuk memberikan pemulihan yang optimal. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang setiap pendekatan yang digunakan dalam penanganan fisioterapi:
1. Assessment (Penilaian Kondisi Cedera)
Proses awal dalam fisioterapi adalah penilaian menyeluruh untuk memahami tingkat cedera pada bahu. Fisioterapis akan mengevaluasi rentang gerak bahu, kekuatan otot rotator cuff, serta titik-titik nyeri yang terjadi saat gerakan tertentu. Dengan informasi ini, fisioterapis dapat merencanakan terapi yang paling sesuai, memastikan setiap langkah pemulihan ditargetkan pada area yang membutuhkan perhatian khusus. Penilaian ini juga mencakup analisis postur tubuh dan kebiasaan gerakan yang mungkin menyebabkan cedera berulang.
Beberapa tes fisik yang umum digunakan untuk mendeteksi cedera pada impingemen bahu antara lain:
- Tes Neer: Pasien diminta untuk mengangkat lengan yang terkena bahu secara pasif, jika gerakan ini menyebabkan rasa sakit, maka tes ini dianggap positif.
- Tes Hawkins-Kennedy: Dalam tes ini, dokter akan memutar lengan pasien dengan cara tertentu untuk menilai apakah ada nyeri yang dirasakan pada bahu. Tes ini dapat membantu mengidentifikasi impingemen pada tendon rotator cuff.
2. Terapi Manual
Teknik manual terapi melibatkan pemijatan dan mobilisasi sendi untuk meredakan ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas bahu. Mobilisasi sendi dilakukan untuk membantu meningkatkan pergerakan sendi bahu, yang seringkali terbatasi karena adanya peradangan atau pembengkakan pada tendon. Selain itu, peregangan otot yang lembut juga dilakukan untuk mengurangi kekakuan pada bahu dan memperbaiki fleksibilitas jaringan otot sekitar bahu.
3. Penggunaan Modalitas Alat Terapi
Modalitas alat terapi digunakan untuk mendukung proses penyembuhan dan meredakan nyeri bahu. Beberapa jenis alat terapi yang digunakan dalam penanganan shoulder impingement antara lain:
- TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation): Alat ini bekerja dengan mengirimkan impuls listrik ringan ke saraf di area yang cedera, untuk membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan aliran darah ke area tersebut.
- Ultrasound Terapi: Terapi ultrasound menggunakan gelombang suara untuk menembus jaringan dalam dan merangsang sirkulasi darah. Hal ini membantu mengurangi peradangan, mempercepat penyembuhan jaringan lunak yang cedera, dan meredakan rasa sakit.
- Dry Needling: Teknik ini melibatkan penggunaan jarum tipis yang disuntikkan ke titik-titik nyeri atau trigger points pada otot untuk mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan aliran darah. Dry needling efektif untuk meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh ketegangan otot.
- MWD (Microwave Diathermy): MWD adalah bentuk terapi panas dalam yang memberikan efek terapeutik dengan menghasilkan energi panas melalui gelombang mikro. Proses ini meningkatkan aliran darah di area yang terkena, mempercepat metabolisme sel, dan mengurangi peradangan. Peningkatan suhu di dalam jaringan juga dapat memperbaiki sirkulasi, sehingga mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi ketegangan otot yang dapat memperburuk kondisi shoulder impingement. MWD biasanya digunakan untuk meredakan nyeri pada jaringan lunak, mempercepat proses perbaikan tendon, dan mengurangi kekakuan otot.
- ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy): Alat ini sangat membantu memulihkan cedera bahu lebih cepat khususnya nyeri bahu yang sudah lebih dari 1 minggu atau kronis. Terapi ini menggunakan gelombang kejut untuk merangsang penyembuhan jaringan pada cedera yang sudah lama atau kronis. ESWT membantu meningkatkan aliran darah, mempercepat perbaikan jaringan tendon yang rusak, dan mengurangi rasa sakit.
4. Terapi Latihan
Setelah fase awal pengurangan rasa sakit dan peradangan, fisioterapis akan memberikan latihan pemulihan untuk memperbaiki kekuatan dan fleksibilitas bahu. Latihan yang dilakukan berfokus pada :
- Peregangan: Untuk meningkatkan rentang gerak dan fleksibilitas bahu, serta mengurangi kekakuan yang dapat memperburuk impingement.
- Latihan penguatan: Bertujuan untuk memperkuat otot rotator cuff dan otot-otot sekitar bahu, yang akan membantu menstabilkan sendi bahu dan mencegah cedera lebih lanjut.
- Latihan postural: Meningkatkan kesadaran postur tubuh yang benar untuk menghindari gerakan yang dapat memberi tekanan berlebih pada bahu.
Melalui pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh ini, fisioterapi dapat membantu mempercepat proses penyembuhan shoulder impingement. Dengan assessment yang cermat, manual terapi, penggunaan modalitas alat terapi seperti TENS, ultrasound, dry needling, dan ESWT, serta terapi latihan yang tepat, pasien dapat merasakan peningkatan yang signifikan dalam fungsi bahu mereka dan mengurangi risiko cedera berulang.
Baca juga : Fisioterapi Cedera Bahu Shoulder Impingement
Menyembuhkan Cedera Bahu Shoulder Impingement di Klinik Fisioterapi NK Health
Jika kamu mengalami shoulder impingement dan mencari pemulihan yang cepat dan efektif, klinik fisioterapi NK Health adalah tempat yang tepat untukmu. Klinik NK Health telah berdiri sejak tahun 2015 dan berpengalaman melayani lebih dari 100 ribu pasien. Di klinik fisioterapi NK Health, kami menyediakan program fisioterapi cedera bahu yang komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Tim fisioterapis kami yang berpengalaman akan membantu kamu mengatasi shoulder impingement dengan penanganan yang tepat dan menggunakan teknik-teknik terbaru dan alat terapi canggih. Kami juga menyediakan sesi konsultasi untuk mengetahui kondisi bahu kamu secara lebih detail dan memberikan rencana perawatan yang tepat.
Salah Satu Testimoni Pasien Klinik NK Health
Lokasi Klinik Fisioterapi NK Health
BOOKING SESI FISIOTERAPI CEDERA TENDON LUTUT ANDA SEKARANG

