Berapa Lama Efek Vaksin Tetanus?

efek vaksin tetanus

Banyak orang mencari tahu berapa lama efek vaksin tetanus setelah mendapatkan suntikan, terutama setelah mengalami luka akibat tertusuk paku, terkena benda tajam, digigit hewan, atau terpapar tanah dan kotoran. Namun, efek vaksin tetanus terbagi menjadi dua hal berbeda, yaitu durasi perlindungan vaksin dan lamanya efek samping setelah penyuntikan. Marik kita bahas dalam artikel ini.

UNTUK BOOKING PENJADWALAN VAKSIN TETANUS HUBUNGI ADMIN NK HEALTH

Berapa Lama Efek Perlindungan Vaksin Tetanus Bertahan?

Pada orang yang telah menyelesaikan rangkaian vaksinasi primer, perlindungan vaksin tetanus umumnya efektif selama kurang lebih 10 tahun. Karena tingkat antibodi dapat berkurang secara perlahan, orang dewasa biasanya disarankan mendapatkan vaksin booster setiap 10 tahun.

Namun, jawaban mengenai berapa lama efek vaksin tetanus juga bergantung pada jumlah dosis yang pernah diterima.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan enam dosis vaksin yang mengandung komponen tetanus, terdiri atas tiga dosis primer dan tiga dosis booster, untuk memberikan perlindungan jangka panjang. Apabila rangkaian tersebut diberikan pada jadwal yang tepat sejak masa kanak-kanak hingga remaja, perlindungannya dapat bertahan sangat lama, bahkan berpotensi sepanjang hidup.

Meskipun demikian, jadwal vaksinasi dapat berbeda berdasarkan usia, riwayat imunisasi, kehamilan, jenis vaksin, kondisi kesehatan, serta kebijakan imunisasi yang berlaku. Karena itu, pemeriksaan catatan vaksinasi tetap diperlukan sebelum menentukan apakah seseorang membutuhkan dosis tambahan.

Baca juga : VAKSIN TETANUS JAKARTA

Apakah Booster Tetanus Harus Dilakukan Setiap 10 Tahun?

Secara umum, orang dewasa dianjurkan memperoleh booster vaksin tetanus setiap 10 tahun untuk mempertahankan perlindungan. Booster dapat menggunakan vaksin Td atau Tdap, tergantung kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Akan tetapi, booster bisa dibutuhkan lebih cepat apabila seseorang mengalami luka tertentu.

Pada orang yang telah menyelesaikan vaksinasi primer, pertimbangan umumnya adalah:

  • Luka bersih dan ringan: booster dapat direkomendasikan apabila vaksin terakhir diberikan 10 tahun atau lebih sebelumnya.
  • Luka kotor atau berat: booster dapat direkomendasikan apabila vaksin terakhir diberikan lima tahun atau lebih sebelumnya.
  • Riwayat vaksinasi tidak diketahui atau belum lengkap: vaksinasi dapat diperlukan tanpa menunggu batas lima atau 10 tahun.
  • Kondisi tertentu: tenaga kesehatan mungkin mempertimbangkan pemberian tetanus immune globulin atau TIG, khususnya pada luka berisiko tinggi dengan riwayat vaksinasi yang tidak lengkap.

Luka kotor atau berat dapat mencakup luka tusuk, luka yang terkena tanah atau kotoran, gigitan manusia maupun hewan, luka bakar, luka remuk, patah tulang terbuka, serta luka dengan jaringan mati.

Penilaian tersebut sebaiknya dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan. Vaksin bukan pengganti pembersihan dan perawatan luka yang benar.

Baca juga : Vaksin Tetanus Dewasa di Bekasi – NK Health

Berapa Lama Efek Samping Vaksin Tetanus?

Sebagian besar efek samping vaksin tetanus bersifat ringan hingga sedang dan dapat membaik dalam waktu 1–3 hari. Keluhan yang mungkin terjadi antara lain:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan
  • Lengan terasa pegal
  • Tubuh terasa lelah
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Mual atau berkurangnya nafsu makan
  • Nyeri otot

Keluhan tersebut merupakan respons tubuh setelah sistem kekebalan mengenali komponen vaksin. Tidak semua orang akan mengalami efek samping, dan tingkat keparahannya dapat berbeda pada setiap orang.

Kompres dingin pada area suntikan, beristirahat, dan mencukupi kebutuhan cairan umumnya dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman. Hindari memijat area suntikan terlalu keras.

Penggunaan obat pereda nyeri sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter, terutama pada anak-anak, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, atau orang yang sedang mengonsumsi obat lain.

Baca juga : Vaksin HPV untuk Wanita Dewasa – Mencegah Kanker

Kapan Efek Samping Perlu Diperiksakan?

Efek samping ringan biasanya membaik dengan sendirinya. Namun, segera cari pertolongan medis apabila muncul tanda-tanda reaksi alergi berat, seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada wajah atau tenggorokan
  • Biduran yang menyebar
  • Jantung berdebar sangat cepat
  • Pusing berat
  • Tubuh terasa sangat lemah atau hampir pingsan

Pemeriksaan juga diperlukan apabila demam tinggi, pembengkakan semakin luas, rasa sakit sangat berat, atau keluhan tidak membaik setelah beberapa hari.

Reaksi alergi berat setelah vaksin tergolong sangat jarang, tetapi tetap membutuhkan penanganan medis segera.

Baca juga : Manfaat Vaksin Hepatitis B untuk Mencegah Virus Hepatitis B

Apakah Vaksin Tetanus Langsung Memberikan Perlindungan?

Vaksin tetanus bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. Proses ini tidak selalu menghasilkan perlindungan maksimal secara instan, terutama apabila seseorang belum pernah mendapatkan vaksin tetanus atau belum menyelesaikan rangkaian vaksinasi primer.

Karena itu, orang yang mengalami luka berisiko tinggi dengan riwayat vaksinasi tidak lengkap mungkin memerlukan penanganan tambahan. Dokter dapat mempertimbangkan pemberian TIG untuk memberikan antibodi sementara sambil vaksin membantu tubuh membangun perlindungan aktif.

Jangan menunda pemeriksaan luka hanya karena berencana mendapatkan vaksin. Luka tetap perlu dibersihkan dan dinilai berdasarkan kedalaman, tingkat kontaminasi, kerusakan jaringan, serta riwayat vaksinasi.

Baca juga : Vaksin Influenza Dewasa dan Anak Terbaik

Layanan Vaksin Tetanus di NK Health

Vaksin tetanus diberikan untuk membantu melindungi tubuh dari infeksi bakteri Clostridium tetani, yang dapat menyebabkan kekakuan otot, rahang terkunci, hingga komplikasi serius yang berisiko mengancam nyawa. Pada orang dewasa yang mengalami luka atau cedera tertentu, vaksinasi tetanus sebaiknya dilakukan sesegera mungkin, idealnya dalam waktu maksimal 24 jam setelah kejadian.

Bagi orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin tetanus, imunisasi dasar umumnya diberikan dalam tiga dosis. Dosis pertama diberikan pada kunjungan awal, dosis kedua diberikan 4–8 minggu setelah dosis pertama, sedangkan dosis ketiga diberikan sekitar 6–14 bulan setelah dosis kedua. Setelah rangkaian dasar selesai, vaksin booster dianjurkan setiap 10 tahun untuk mempertahankan perlindungan tubuh.

Vaksin tetanus pada orang dewasa direkomendasikan bagi beberapa kelompok berikut:

  1. Orang yang mengalami luka dengan risiko tinggi, seperti luka bakar, luka sayat, atau luka tusuk akibat benda kotor maupun berkarat, terutama jika status vaksinasi tidak lengkap atau tidak mengetahui waktu vaksin tetanus terakhir.
  2. Seluruh orang dewasa sebagai vaksin penguat (booster) yang dianjurkan setiap 10 tahun.
  3. Ibu hamil pada trimester ketiga untuk membantu mencegah terjadinya tetanus neonatal pada bayi baru lahir.
  4. Pekerja dengan risiko paparan tinggi terhadap tanah atau benda kotor, seperti petani, pekerja konstruksi, tukang kebun, dan petugas kebersihan.
  5. Lansia yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap infeksi tetanus.
  6. Orang yang tidak yakin pernah menerima vaksin tetanus, termasuk vaksinasi yang diberikan saat masa kanak-kanak.

Saat ini, vaksin tetanus untuk orang dewasa tersedia di klinik NK Health dan proses vaksinasi dilakukan langsung oleh dokter umum. Segera lakukan vaksinasi tetanus kamu di NK Health sekarang juga!

UNTUK BOOKING PENJADWALAN VAKSIN TETANUS HUBUNGI ADMIN NK HEALTH